Pilkada Buleleng
DEBAT Terakhir Pilkada Buleleng, Kepsek dan Osis Dapat Undangan KPU, Simak Beritanya!
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan, pihaknya mengundang siswa OSIS yang berusia 17 tahun dan sudah punya hak pilih.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Debat ketiga Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng akan berlangsung Rabu besok. Dalam pelaksanaannya, KPU Buleleng mengundang kepala sekolah dan siswa OSIS.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan, pihaknya mengundang siswa OSIS yang berusia 17 tahun dan sudah punya hak pilih. Tapi tak semua kepala sekolah dan siswa bisa dihadirkan pada acara debat karena keterbatasan tempat.
"Tujuannya agar siswa bisa menyaksikan secara langsung debat ini. Kemudian berdasarkan hasil debat, para siswa punya pilihan untuk memilih pada 27 November," ucapnya.
Baca juga: HIPMI Minta Jangan Terlena Zona Nyaman Pariwisata! Bergerak Garap Sektor Pertanian
Baca juga: 942 WNA Ditolak Masuk Bali, 5,3 Juta WNA Masuk Melalui Perlintasan Keimigrasian
Dudhi menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi, berdasarkan hasil pelaksanaan debat kedua. Di mana pada pelaksanaan debat ketiga besok, tidak ada yel-yel hingga konferensi pers, hanya diperbolehkan tepuk tangan saja.
"Ini melihat pada debat kedua kemarin, ada beberapa hal yang mungkin bisa menyebabkan tidak kondusifnya situasi pada saat dilaksanakan yel-yel maupun konferensi pers. Jadi sudah disepakati oleh kedua tim pemenangan," ungkapnya.
KPU Buleleng juga melarang tamu undangan untuk hilir mudik keluar masuk ruangan, pada saat acara debat berlangsung. "Nanti ruangan akan kami tutup selama kegiatan debat berlangsung. Tidak ada orang yang boleh keluar masuk saat debat berlangsung," tegasnya.
Pelaksanaan debat masih berlokasi di tempat yang sama, yakni di Banyualit Spa 'n Resort Lovina. Ada dua materi besar yang menjadi tema dalam debat ketiga ini.
Di antaranya menyelarasikan pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten dan Kota dan Provinsi dengan Nasional, serta Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.
Sedangkan sub tema debat ketiga ini terdiri dari lima poin, meliputi Hubungan Pusat-Daerah, Harmonisasi Perencanaan Pembangunan Pajak dan Retribusi Daerah untuk Rakyat.
Kemudian Menggali Sumber PAD untuk Siapa? Membentuk Manusia dengan Kepribadian Humanis, Moderat, dan Anti Kekerasan serta Mengimplementasikan Pemerintah Daerah yang Inklusif.
Kerahkan 700 Personel
Dalam tahap pemungutan dan penghitungan suara tanggal 27 November mendatang, Polres Buleleng akan menurunkan 700 personel untuk pengamanan. Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, dari sisi keamanan polisi sudah siap.
"Pengamanan yang kami lakukan meliputi seluruh tahapan. Mulai dari kampanye, masa tenang, pemungutan, termasuk sampai penghitungan sudah kami skenariokan. Kami sudah sering rapatkan," ungkapnya.
Mengenai pengamanan pada saat tahap pemungutan dan penghitungan suara, AKBP Widwan menyebut setidaknya ada 700 personel yang terlibat. Jumlah tersebut termasuk BKO dari Polda Bali.
"Personel khusus ada 52 orang, dari Brimob termasuk Dalmas yang kita standby kan di Polsek Seririt dan Polres Buleleng, untuk mengantisipasi situasi-situasi kontijensi," imbuhnya.
Lanjut dikatakan, mengenai pemetaan TPS rawan, sementara ini masih mengacu pada kondisi demografis, serta lokasi dari pasangan calon berasal. "Itu satu TPS ada 1 anggota polri beserta dua linmas dan yang lain-lain," ucapnya. (mer)
Anggaran Pilkada Buleleng Hemat Rp 15 Miliar, Dudhi Udiyana: Tidak Ada Permasalahan |
![]() |
---|
Pasca Penetapan, Sutjidra Segera Siapkan Program 100 Hari di Buleleng |
![]() |
---|
KPU Buleleng Masih Tunggu Surat Dinas Tidak Ada Sengketa Dari KPU RI |
![]() |
---|
Sutjidra-Supriatna Menangi Pilkada Buleleng, JOSS 24 Unggul Telak di Kecamatan Tejakula |
![]() |
---|
Kapolsek Singaraja Serahkan Bingkisan Pada Keluarga Linmas Yang Meninggal Pasca Pilkada Buleleng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.