Berita Buleleng

BUTUH Rp4 Miliar Bangun Sodetan, Atasi Banjir di Kampung Anyar Buleleng

Adiptha mengatakan, menyikapi hal ini pihaknya berencana membangun sodetan, untuk memecah limpahan air hujan dari berbagai wilayah itu.

Tribun Bali/Gunawan
ILUSTRASI BANJIR - Pembuangan air hujan dari sejumlah wilayah di Kota Singaraja, selama ini hanya berpusat di satu titik, yakni Tukad Mumbul, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng. Maka tak heran jika sungai tersebut meluap karena kelebihan volume air.  

TRIBUN-BALI.COM  - Pembuangan air hujan dari sejumlah wilayah di Kota Singaraja, selama ini hanya berpusat di satu titik, yakni Tukad Mumbul, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng. Maka tak heran jika sungai tersebut meluap karena kelebihan volume air. 

Seperti yang terjadi pada Jumat (29/11) lalu. Air dari Tukad Mumbul meluap akibat tingginya intensitas hujan. Dampaknya puluhan rumah warga pun kebanjiran, karena posisi rumah warga berada lebih rendah daripada sungai. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra tak memungkiri jika pembuangan air hujan dari beberapa titik, hanya dipusatkan di Tukad Mumbul. Meliputi Banjar Tegal/Jalan Ngurah Rai, Jalan Anggrek, bahkan wilayah Banjar Bali. 

Adiptha mengatakan, menyikapi hal ini pihaknya berencana membangun sodetan, untuk memecah limpahan air hujan dari berbagai wilayah itu.

Baca juga: JADI Destinasi Tujuan Wedding, BWA Temukan 35 Buyer & 35 Seller Lokal Hingga Mancanegara di Bali

Baca juga: RUTE Baru Vietjet, Hanoi - Kuala Lumpur, Perluas Konektivitas & Pilihan Perjalanan bagi Turis ASEAN

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

 

Rencananya, sodetan ini dari drainase di DPRD Buleleng disambungkan ke barat menuju wilayah Banjar Tegal, yang bermuara di Tukad Banyumala. Dengan demikian, beban limpahan air ke Tukad Mumbul bisa berkurang. 

"Rencana pembangunan sodetan ini akan kami usulkan di tahun 2025 ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng. Mengenai anggarannya diperkirakan mencapai Rp 4 miliar," jelasnya Selasa (3/11). 

Ihwal Tukad Mumbul yang kelebihan volume air hingga meluap, sejatinya bukan perkara baru. Adiptha pun menegaskan jika pihaknya di Pemkab Buleleng, sejatinya sudah melakukan berbagai upaya sebagai jalan keluar masalah ini. 

Misalnya pada tahun lalu, dinas PUTR sudah melakukan normalisasi hingga memperbaiki dimensi sungai. Perbaikan dimensi dilakukan untuk mengembalikan lebar sungai seperti semula.

"Ini karena ada bangunan warga yang memakan badan sungai itu, sehingga perlu mengembalikan lagi seperti aslinya. Namun karena intensitas hujan tinggi pada Jumat lalu, volume air ternyata melebihi daya tampung sungai. Hingga akhirnya meluap ke rumah warga," jelasnya. 

Lantas disinggung solusi jangka pendek dari Pemkab mengingat saat ini memasuki musim penghujan, Adiptha mengatakan pihaknya di Dinas PUTR Buleleng menyiapkan 200 orang personel. 

Mereka ditugaskan untuk melakukan pembersihan saluran drainase yang tersumbat sampah, dan menjadi penyebab utama banjir

"Mereka akan bekerja dalam dua shift, pagi dan siang, bahkan bersiaga saat hujan. Sehingga pasca hujan yang melanda Kota Singaraja sudah reda, ratusan personil ini akan langsung melakukan bersih-bersih," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved