Berita Buleleng

Kunjungan Pelancong Ke Buleleng Melebihi Target, Kadispar: Saya Target Pribadi 1,5 Juta Orang

Kunjungan Pelancong Ke Buleleng Melebihi Target, Kadispar: Saya Target Pribadi 1,5 Juta Orang

istimewa
Kepala Dinas Pariwisata, Gede Dody Oktiva Askara 

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kunjungan pelancong ke Kabupaten Buleleng di tahun 2024 ini mengalami peningkatan drastis.

Bahkan hingga akhir tahun nanti, kunjungan pelancong diprediksi mampu menembus angka 1,5 juta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

Baca juga: REKONSTRUKSI Gede Sardina Tebas Adik Hingga Tewas di Kubutambahan Buleleng, Tak Ada Belas Kasian

Dikatakan dia, kunjungan pelancong domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Buleleng, menunjukkan tren naik setiap tahunnya. 

"Tiap tahun kami memang ditarget peningkatan 2 persen dari realisasi kunjungan pada tahun sebelumnya. Walau demikian realisasinya selalu melebihi target," ucapnya Kamis (5/12/2024). 

Baca juga: CINTA DITOLAK! Gadis 19 Tahun di Abiansemal Badung Pasrah, Busana Dilucuti Lalu Dipaksa Berhubungan

Misalnya di tahun 2023. Dody mengatakan target kunjungan sebanyak 816.000 pelancong. Jumlah ini sudah ditambahkan 2 persen atau 16 ribu, dari realisasi kunjungan wisatawan sebanyak 800.000 pada tahun 2022. 


Namun dari jumlah tersebut realisasinya tembus 1,2 juta pelancong, baik domestik maupun mancanegara. Demikian pula di tahun 2024. Kata Dody, dari target 1.224.000 pelancong, realisasinya sebanyak 1,3 juta pelancong


"Itupun berdasarkan data kunjungan dari Januari sampai Oktober. Tentunya jumlah kunjungan wisatawan ini masih akan bertambah hingga akhir tahun 2024," sebutnya. 


Lanjut Dody, peningkatan kunjungan wisatawan dikarenakan akhir tahun merupakan high season. Apalagi ada libur natal dan tahun baru. Karena hal ini pula, Dody pun percaya diri jika kunjungan pelancong bisa tembus hingga 1,5 juta orang. "Itu target pribadi saya," imbuh dia. 


Di sisi lain, Dody mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Buleleng, saat ini masih didominasi pelancong asal Perancis. Sedangkan peringkat 2 dan 3 adalah pelancong asal Jerman dan Belanda. 


Yang membedakan, imbuh Dody, adalah di peringkat 4 dan 6. Kalau tahun 2023 jumlah pelancong asal Australia menempati peringkat 4, di tahun 2024 justru digeser oleh pelancong asal Tiongkok. Sedangkan kunjungan pelancong asal Australia sendiri turun di peringkat 6, dibawah pelancong asal Rusia. 


"Naiknya jumlah kunjungan pelancong asal Tiongkok karena mereka tertarik dengan keindahan wisata alam Buleleng. Terutama mereka sangat suka melihat lumba-lumba di Lovina," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved