Berita Buleleng
REKONSTRUKSI Gede Sardina Tebas Adik Hingga Tewas di Kubutambahan Buleleng, Tak Ada Belas Kasian
REKONSTRUKSI Gede Sardina Tebas Adik Hingga Tewas di Kubutambahan Buleleng, Tak Ada Belas Kasian
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Polsek Kubutambahan menggelar reka ulang adegan (rekonstruksi) kasus pembunuhan yang melibatkan kakak-beradik di Banjar Tegeha, Desa Pakisan.
Proses rekonstruksi itu berlangsung Kamis (5/12/2024) di Polsek Kubutambahan.
Kanit Reskrim Polsek Kubutambahan, Ipda Nengah Putra Wijana mengungkapkan, proses rekonstruksi dimulai pukul 09.15 wita.
Baca juga: CINTA DITOLAK! Gadis 19 Tahun di Abiansemal Badung Pasrah, Busana Dilucuti Lalu Dipaksa Berhubungan
Dalam rekonstruksi itu, penyidik Polsek Kubutambahan menghadirkan tersangka Gede Sardina.
Sedangkan Made Artika yang menjadi korban pembunuhan diperagakan oleh orang lain.
"Selain itu kami juga menghadirkan empat orang saksi. Mereka merupakan tetangga korban," ungkapnya.
Baca juga: Bule Kini Punya Geng di Bali, Kasus di Mexicola Canggu Disorot, Warga Lokal Dihajar hingga Pingsan
Lanjut Ipda Wijana, total ada 26 adegan dalam rekonstruksi ini.
Dalam reka ulang itu, adegan diawali dari Gede Sardina yang menelfon temannya untuk mengkonsumsi minuman beralkohol jenis arak.
Sedangkan puncaknya adalah pada adegan ke 16, dimana pria 58 tahun itu melakukan penebasan kepada Made Artika, yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri.
"Motif penebasan karena pelaku merasa kesal, sebab rumput yang berada di areal tempat sapi pelaku makan, justru disemprot pestisida oleh korban.
Pelaku penebasan dan pembunuh itu juga tersinggung kenapa tidak dikasih tahu.
Pelaku yang dalam keadaan marah, memutuskan untuk minum (arak) kemudian mendatangi rumah korban untuk melakukan penebasan," jelasnya.
Ipda Wijana juga mengungkapkan alasan rekonstruksi digelar di Kantor Polsek Kubutambahan.
Kata dia, semula rekonstruksi akan dilaksanakan di lokasi Banjar Tegeha, yang mana salah satu lokasi kejadian perkara bertempat di rumah korban.
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
| Pedagang di Singaraja Pilih Untung Tipis, Daripada Pelanggan Kabur, Kenaikan Harga Dampak Perang |
|
|---|
| KONI Buleleng Bali Siapkan Sponsorship Untuk Atlet, Akui Anggaran Terbatas |
|
|---|
| Persoalan Pembebasan Lahan Shortcut Pegayaman Bali, Warga Cari Jalan Komunikasi ke Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/avsbsebdrnj.jpg)