Berita Buleleng

REKONSTRUKSI Gede Sardina Tebas Adik Hingga Tewas di Kubutambahan Buleleng, Tak Ada Belas Kasian

REKONSTRUKSI Gede Sardina Tebas Adik Hingga Tewas di Kubutambahan Buleleng, Tak Ada Belas Kasian

ISTIMEWA
Rekonstruksi - Gede Sardina tunjukkan reka ulang adegan saat melakukan penebasan terhadap adiknya. 

"Sebelumnya kami sudah sampaikan pada istri korban termasuk anak korban untuk menggelar rekonstruksi.

Namun istri korban mengaku tidak siap melihat pelaku. Dia takut trauma. Sehingga istri korban meminta agar rekonstruksi digelar di tempat lain saja.

Alhasil dipilihlah di Polsek Kubutambahan. Saat proses rekonstruksi anak korban hadir menyaksikan," ucapnya. 

Lebih lanjut disampaikan, tujuan dilakukan rekonstruksi ini adalah untuk melengkapi pemberkasan, sekaligus memastikan kronologis kejadian sebenarnya.

Diakui dalam rekonstruksi itu tidak ada ditemukan hal baru.

"Sementara tidak ada (temuan baru). Semua yang diterangkan pelaku termasuk saksi-saksi, semua sudah sesuai dengan rekonstruksi," ujarnya. 

Pasca digelar rekonstruksi, Ipda Wijana mengatakan tahapan selanjutnya tinggal pemberkasan.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk petunjuk lebih lanjut.

"Mengenai pasal yang disangkakan yakni Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsidair pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian," tandasnya.

Untuk diketahui, peristiwa penebasan yang dilakukan Gede Sardina kepada Made Artika, terjadi pada Sabtu (2/11/2024) sekitar pukul 14.30 wita.

Berawal saat Made Artika yang sedang tidur di rumahnya, tiba-tiba didatangi Gede Sardina yang dalam keadaan marah dan membawa sebilah sabit di tangan kanannya. 

Gede Sardina sempat bertanya kenapa rumput di kebun disemprot pestisida.

Oleh Made Artika dijawab karena ia ingin menanam pohon durian.

Gede Sardina yang sudah terlanjur geram dan dalam pengaruh alkohol, sontak mengayunkan sabit ke arah Made Artika yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri. 

Di sisi lain, Made Artika sempat menghalangi penyerangan yang dilakukan sang kakak menggunakan selimut.

Namun Gede Sardina terus menyerang dengan membabi buta.

Alhasil perut bagian bawah, dada sebelah kiri dan jari tangan kiri pria 51 tahun itu kena tebasan sabit.

Peristiwa itu segera dilaporkan ke Polsek Kubutambahan, sedangkan Made Artika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Namun setelah lima hari dirawat, Made Artika akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved