Pohon Tumbang di Monkey Forest
PASCA Tragedi Maut di Monkey Forest, Desa Adat Segera Gelar Upacara Mecaru Ageng, Kini Closed Dulu!
Bendesa Adat Padangtegal, I Made Parmita mengatakan, Desa Adat Padangtegal akan menggelar upacara pembersihan secara niskala.
Saat Tribun Bali mendatangi Monkey Forest Ubud pada Rabu (11/12), objek wisata ini masih ditutup. Sejumlah wisatawan yang hendak berkunjung pun disuruh 'putar-balik' oleh petugas. Saat ini, pihak pengelola fokus dengan pembersihan TKP, baik secara sekala maupun niskala.
Agung Bhaskara juga menjelaskan, kondisi para korban yang mengalami luka-luka sudah mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit di Ubud. “Yang satu sudah operasi besar, tahap pemulihan. Yang satu bengkak di kaki. Yang satu lagi luka kecil. Untuk korban yang meninggal menunggu pihak keluarga. Kabar dari Pak Sekda, dua hari lagi keluarga dari Korea tiba. Kami ikut mengurus kedatangannya,” ujarnya.
Agung Bhaskara mengatakan, sebenarnya sebelum kejadian terjadi, pihaknya telah memberikan imbauan pada pengunjung mengingat cuaca sangat ekstrem. “Sejak awal, ketika ada tamu berkunjung kami tanyakan ke pengunjung ini cuaca lagi tidak baik, kami dalam pengawasan kondisi terbuka. Di awal imbauan kami berikan di loket tiket. Beberapa tamu terkadang dia ingin merasakan hutan hujan tropis, suasana alami,” ujarnya.
Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Prancis dan Korea Selatan di Bali. “Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan masing-masing kedutaan untuk penanganan jenazah warga negara asing tersebut. Dan kami sedang menunggu perwakilan dari keluarga atau kedutaannya untuk menangani korban warga negara asing tersebut,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ridha Sah Putra, kemarin.
Mitigasi Bencana
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun meminta kejadian pohon tumbang di kawasan Objek Wisata Monkey Forest menjadi perhatian khusus Pemkab Gianyar. “Ini menjadi atensi Pemda Gianyar terutama Kadis (Kepala Dinas) Pariwisata Gianyar. Di bawah DTW-DTW akan (diketatkan) stafnya,” kata Pemayun saat ditemui di Jayasabha, Rabu (11/12).
Ia juga mengatakan sangat prihatin atas kejadian tersebut dan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar untuk langkah selanjutnya. “Saya ikut prihatin dan berbelasungkawa. Kejadian ini sudah kami komunikasikan dengan Kepala Dispar Kabupaten Gianyar untuk komunikasi lebih lanjut. Untuk sementara objek wisatanya ditutup dulu,” imbuhnya.
Pihak pengelola telah menangani korban yang mengalami luka-luka, sementara biaya pengobatan ditanggung badan pengelola kawasan wisata tersebut. “Yang kedua, yang sakit-sakit sudah di-handle dan ditanggung semua oleh badan pengelola. Ketiga, asuransi juga sudah,” lanjutnya.
Terkait dengan insiden tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebelumnya sudah mengingatkan seluruh pengelola objek wisata di Bali untuk memperhatikan faktor keamanan dan kebersihan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemayun menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu, mengingat musim pancaroba dan hujan yang sering melanda Bali.
“Kami sebelumnya sudah mengingatkan teman-teman Kadis Pariwisata se-Bali, bahwa pastikan menyambut Nataru. Satu dari sisi keamanan, sarana-prasarana, kedua, kebersihannya, sehingga semua itu bisa nyaman. SOP-nya harus pastikan itu ada. Itu meminimalisir kejadian-kejadian yang kita tidak inginkan,” jelas Pemayun.
Terkait penutupan Monkey Forest, Pemayun menyatakan tempat wisata tersebut akan ditutup sementara hingga dinyatakan siap dan layak untuk dikunjungi kembali. “Ditutup sementara, sampai semua itu bisa berjalan,” kata Pemayun.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali juga telah meminta kepada pengelola objek wisata untuk memetakan kondisi pohon-pohon yang ada, mengingat cuaca yang sering berubah-ubah. “Badan pengelola sudah memetakan, apalagi khan sebelumnya lama keringnya. Sekarang ditambah musim pancaroba, hujan. Sekarang masih didalami yang penting kita memitigasi bencana,” tegas Pemayun.
Penutupan Monkey Forest akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan langkah-langkah mitigasi yang diterapkan. “Kalau sudah oke, mungkin bisa di-expose lagi,” ujarnya. (weg/zae/sar)
| Pembukaan Monkey Forest Belum Pasti, Kemenpar Sebut Closed Tepat, Usai Pohon Tumbang Tewaskan Wisman |
|
|---|
| Tragedi Pohon Tumbang di Monkey Forest: Pengamat Pariwisata Sebut Perlu Ada Standar Pengamanan |
|
|---|
| Tragedi Monkey Forest Ubud Bali, Standar Keamanan Wisatawan Penting Diperhatikan |
|
|---|
| ABU Jenazah Kim Hyoeun Langsung Pulang, Jenazah WNA Korsel Korban Monkey Forest Ubud Dikremasi |
|
|---|
| Tragedi Pohon Tumbang di Monkey Forest Ubud: Keluarga Korban Asal Korea Selatan Pilih Dikremasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/objek-wisata-Monkey-Forest-Ubud-Gianyar-Bali.jpg)