Berita Buleleng

TEWAS Kecelakaan di Jalan Singaraja-Kubutambahan, Adnyana Sempat Posting di Instagram 

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan itu. 

Istimewa
OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di ruas jalan Singaraja – Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/12). 

TRIBUN-BALI.COM  - Rekaman kamera CCTV peristiwa kecelakaan beredar di media sosial. Pada rekaman tersebut nampak sepeda motor berjalan oleng ke arah berlawanan, hingga akhirnya terseret mobil yang melintas. 

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi di perbatasan Kecamatan Sawan dan Kubutambahan, tepatnya di ruas jalan Singaraja - Kubutambahan. Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor dengan mobil Isuzu. 

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan itu. 

Baca juga: Cerita UMKM Domu Wire Craftsman di Denpasar, Karya Seni Warisan Sumba Tembus Pasar Mancanegara

Baca juga: 5 Korban Jiwa dan Kerugian Rp1 M, BPBD Bali Rilis Dampak Cuaca Ekstrem Sepekan Akibat Hujan Deras

Dikatakan peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (15/12) sekitar pukul 03.30 Wita. “Kecelakaan melibatkan mobil Isuzu DK 7378 UU dengan sepeda motor Honda Scoopy DK 4100 UV. 

Pada mobil Isuzu yang dikendarai I Gede Suparta terdapat empat orang penumpang. Sedangkan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Gede Adnyana Putra membonceng seorang bernama Ketut Arya Jano Putra Yardana (14),” ungkapnya, Senin (16/12).

Lanjut AKP Bachtiar, peristiwa nahas ini bermula saat sepeda motor yang dikendarai Gede Adnyana, datang dari arah barat menuju timur.

Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai pemuda 18 tahun asal Banjar Dinas Punduh Sangsit, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan itu mengambil haluan terlalu kekanan.

“Pengendara sepeda motor mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati garis as jalan. Di saat bersamaan dari arah berlawanan tiba mobil Isuzu, sehingga kecelakaan tidak dapat dihindarkan,” ujarnya. 

Pasca peristiwa kecelakaan, Gede Adnyana dan Ketut Arya segera dilarikan ke Rumah Sakit Giri Emas untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa Gede Adnyana tidak bisa diselamatkan. 

“Menurut keterangan tim medis, pengendara sepeda motor mengalami cidera kepala berat (CKB), robek pada dagu, robek pada pelipis kanan, robek pada tumit kaki kanan, robek pada tangan kanan, dan dinyatakan meninggal oleh team medis rumah sakit Giri Emas,” ucapnya. 

Sedangkan Ketut Arya, lanjut AKP Bachtiar, mengalami lecet punggung, lecet pada tangan kiri, lecet pada pipi kiri dan masih menjalani perawatan di RS Giri Emas. 

Diungkapkan, sebelum peristiwa kecelakaan, Gede Adnyana dan Ketut Arya sempat nongkrong di salah satu warung yang ada di Pantai Penimbangan.

Hal ini diketahui berdasarkan unggahan Gede Adnyana melalui media sosial instagramnya gdeputra__. Bahkan kedua pemuda itu melanjutkan akhir pekan dengan mengunjungi salah satu club di wilayah Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved