Gajah Bali Zoo Hanyut

Kronologi Lengkap Kematian Gajah Moly Bali Zoo, Terseret Air Bah Hingga Evakuasi dengan Alat Berat

Kematian salah satu binatang Bali Zoo yang bernama Moly ini menjadi sebuah kehilangan yang besar bagi para pecinta binatang

istimewa
Gajah bernama Molly semasa hidupnya - Kronologi Lengkap Kematian Gajah Moly Bali Zoo, Terseret Air Bah Hingga Evakuasi dengan Alat Berat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kematian salah satu binatang Bali Zoo yang bernama Moly ini menjadi sebuah kehilangan yang besar bagi para pecinta binatang.

Pasalnya, Moly yang merupakan Gajah Sumatera yang mati karena hanyut akibat banjir ini membuat proses evakuasi memakan banyak waktu.

Namun, dengan bantuan alat berat dan bantuan dari warga, akhirnya bangkai gajah Moly berhasil dievakuasi.

Proses evakuasi gajah Moly

Baca juga: VIDEO Detik-detik Bangkai Gajah Molly Dievakuasi ke Bali Zoo, Ratusan Warga Ikut Doakan di TKP

Proses evakuasi bangkai gajah berbobot sekitar 2,5 ton itu berlangsung lama, dengan melibatkan koordinasi antara tim Bali Zoo, BKSDA Gianyar, dan masyarakat setempat.

Selanjutnya, gajah Molly kabarnya akan dikuburkan di Bali Zoo.

Baca juga: Saksi Mata: Gajah Molly Awalnya Dikira Sapi, Namun Terlihat Belalai Naik saat Terseret Arus

Kronologi hanyutnya gajah Moly

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial sebuah kejadian memilukan tentang seekor gajah yang hanyut terbawa arus sungai pada Senin, 16 Desember 2024.

Gajah tersebut diketahui milik Bali Zoo yang berlokasi di kawasan Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kasie Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, menjelaskan bahwa gajah yang hanyut tersebut bernama Molly, seekor gajah betina.

“Kejadiannya bermula saat Molly sedang dipandu oleh mahout (pawang gajah) untuk kembali ke holding area setelah menyelesaikan kegiatan sosialisasi rutin,” ujarnya pada Selasa, 17 Desember 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program perawatan harian gajah, seperti bermain, menjelajahi lingkungan sekitar, serta menjalani stimulasi mental dan fisik untuk menjaga kesejahteraan mereka.

Namun, hujan deras yang tiba-tiba turun membuat debit air sungai meningkat drastis dan arus menjadi deras.

“Akibatnya, Molly kehilangan keseimbangan dan terseret arus. Proses pencarian sedang berlangsung,” tambah Sumarsono.\

Baca juga: Kesaksian Saksi Mata Penemuan Gajah Molly yang Mati Terseret Arus di Sungai Guwang Gianyar Bali

Proses Pencarian dan Penemuan Gajah Moly

Setelah dinyatakan hanyut, tim Bali Zoo bersama mahout melakukan pencarian intensif hingga pukul 22.00 WITA pada hari kejadian, namun tidak membuahkan hasil.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, Selasa 17 Desember 2024, sekitar pukul 06.43 WITA.

Gajah Molly akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di aliran Sungai Tukad Cengcegan, Banjar Tegal, Desa Guwang, Gianyar, Bali.

“Gajah ditemukan dengan posisi kepala menghadap ke utara, belalai masuk ke dalam batu, dan kedua kakinya menghadap ke barat,” ungkap salah seorang crew Bali Zoo.

Tim BKSDA Gianyar yang dipimpin Robby Sukmawa turut merapat ke lokasi untuk melakukan pengecekan, sementara proses evakuasi melibatkan koordinasi antara Bali Zoo, pihak desa setempat, dan petugas terkait.

Bangkai gajah dengan berat sekitar 2,5 ton tersebut rencananya akan dievakuasi ke Bali Zoo di Banjar Apuan, Desa Singapadu.

Penyebab hanyut gajah Moly

Belakangan ini, Kabupaten Gianyar dan sebagian besar Bali tengah dilanda cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang disertai angin kencang.

Kondisi ini menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus menjadi deras, yang diduga menjadi faktor utama penyebab insiden ini.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana.

“Kami imbau masyarakat untuk waspada atau jika bisa, untuk sementara waktu jangan bermain dulu di sungai, terutama sungai-sungai besar,” ujarnya.

Dengan insiden ini, masyarakat di sekitar sungai dan lokasi wisata diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved