Natal dan Tahun Baru di Bali
Tangis Histeris Warga di Karangasem, Kaki Ternaknya Patah Setelah Dengar Suara Ledakan Kembang Api
Keluarga itu sangat terpukul saat mengetahui ternak yang mereka pelihara bertahun-tahun kakinya patah.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Salah satu warga di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, menangis histeris setelah kaki ternak sapinya patah saat malam pergantian tahun, Selasa 31 Desember 2024 malam.
Ternak sapinya itu mendadak beringas, saat terdengar suara kembang api yang diledakkan warga untuk merayakan malam pergantian tahun.
Video yang menunjukkan tangisan histeris warga pemilik ternak sapi itu, sampai viral di media sosial.
Warga pemilik sapi yang kakinya patah itu, yakni Komang Giri, asal Banjar Dinas Pura. Sementara yang menangis histeris merupakan istrinya.
Baca juga: Nataru, Orang Masuk Bali Turun 11 Persen, Menhub Dudy Tinjau Kesiapan Puncak Arus Balik di Ketapang
Keluarga itu sangat terpukul saat mengetahui ternak yang mereka pelihara bertahun-tahun kakinya patah.
Banyak netizen yang merasa prihatin dan berpendapat, agar sebelum menyalakan petasan atau kembang api melihat situasi di sekitarnya. Sehingga tidak merugikan orang lain di sekitarnya.
Kepala Wilayah Banjar Dinas Pura, I Wayan Ardana mengatakan, masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Bahkan tetangga terdekat yang sempat menyalakan kembang api itu, memberikan ganti rugi kepada pemilik ternak sapi yang patah kaki tersebut.
"Masalahnya sudah selesai tadi malam, sudah dimediasi disaksikan oleh pak Kapolsek, saya dan juga jero bendesa, sudah diganti rugi," ungkap Ardana. (mit)
Kumpulan Artikel Nataru
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.