Berita Klungkung

MENGENANG Putu Satria, Siswa Tewas Dianiaya Senior di STIP Jakarta, Patungnya Akan Dibangun 

Mendiang taruna asal Klungkung, yang menjadi korban kekerasan dan penganiayaan seniornya hingga meninggal dunia di kampus tersebut.

ISTIMEWA
Design patung Putu Satria Ananta Rustika. (sumber foto: instagram: @aryawedakarna ) 

TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, masih ingat dengan kasus tewasnya siswa STIP Jakarta, Putu Satria?

STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta, kini berencana akan membangun patung untuk mengenang Putu Satria Ananta Rustika.

Mendiang taruna asal Klungkung, yang menjadi korban kekerasan dan penganiayaan seniornya hingga meninggal dunia di kampus tersebut.

Foto design patung Putu Satria Ananta Rustika itu beredar di media sosial, setelah dibagikan akun Instagram anggota DPD RI @aryawedakarna (AWK).

Baca juga: BAHAYA Kelahiran Jumat Wage Wuku Wayang Harus Sapuh Leger! Hari Bhatara Kala Hampir Memakan Adiknya 

Baca juga: SAKRAL Tarian Tabuh Geni, Digelar Krama Adat Calo, Injak & Tendang Api Tanpa Alas Kaki, Ini Maknanya

Ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini saat memeluk foto sang putra di ditemui di rumah duka di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu 8 Mei 2024 - Temui Banyak Kejanggalan, Ibu Putu Satria Yakin Pelaku Pembunuh Putranya Lebih Dari Satu Orang
Ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini saat memeluk foto sang putra di ditemui di rumah duka di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu 8 Mei 2024 - Temui Banyak Kejanggalan, Ibu Putu Satria Yakin Pelaku Pembunuh Putranya Lebih Dari Satu Orang (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Dalam postingannya, AWK menyatakan menyetujui desain patung mendiang Putu Satria Ananta Rustika di Kampus STIP Jakarta.

Ia juga menginformasikan, Spot Hall STIP akan diberi nama "Hall Satria Ananta" dan akan diresmikan pada 3 Mei 2025.

Tepat setahun meninggalnya remaja asal Desa Gunaksa itu, setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya.

Ibunda mendiang Putu Satria, Nengah Rusmini mengatakan, patung itu akan dibangun oleh pihak STIP Jakarta.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada AWK, karena telah menindaklanjuti beberapa permohonan pihak keluarga. Termasuk pengawalan kasus hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap Putu Satria.

"Semoga patung almarhum tidak hanya jadi hiasan semata, tetapi dapat menjadi pengingat agar tidak ada lagi tindak kekerasan di dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di kampus STIP," ungkap Rusmini.

Saat ini kasus penganiayaan terhadap almarhum Putu Satria Ananta Rustika, tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

Sidang dilanjutkan pada 21 Januari 2025 mendatang, dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap tiga orang terdakwa yakni Tegar Rafi Sanjaya, I Kadek Adrian, dan Farhan Abubakar. Ketiganya merupakan senior dari Putu Satria di STIP Jakarta. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved