KESEHATAN
GRATIS Biaya Berobat, Usulkan Program BK Gianyar Layani Pengobatan Umum yang Tak Dicover BPJS
Program Bantuan Kesehatan (BK) milik Pemkab Gianyar, yang menggratiskan biaya berobat ke rumah sakit untuk masyarakat ber-KTP Gianyar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Program Bantuan Kesehatan (BK) milik Pemkab Gianyar, yang menggratiskan biaya berobat ke rumah sakit untuk masyarakat ber-KTP Gianyar, dipastikan akan terus berlanjut.
Dari hasil rapat kerja Komisi IV DPRD Gianyar bersama Dinas Kesehatan Gianyar belum lama ini, program BK akan merambah ruang lingkup layanan. Yakni akan meng-cover biaya pengobatan bersifat umum yang tak dicover BPJS Kesehatan.
Seperti, BPJS Kesehatan tidak meng-cover biaya berobat untuk penyakit demam dengan suhu tubuh di bawah 40 derajat celsius dan tidak meng-cover biaya pengobatan untuk kecelakaan ringan atau kecelakaan yang tidak dilaporkan secara resmi ke polisi.
Baca juga: INI Alasan Konsumsi Obat Gangguan Kejiwaan Bikin Gemuk! Paham Perbedaan Gangguan Jiwa & Kepribadian
Baca juga: MENTERI PKP Beri Target Sebulan Selesaikan Masalah Banjir di Perumahan Bersubsidi di Buleleng

Terkait hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi pun telah meminta pada Dinas Kesehatan Gianyar untuk menambah klausul dalam Peraturan Bupati (Perbup) agar BK bisa meng-cover pembiayaan pengobatan tersebut.
"Banyak hal yang tidak tercover, sehingga diperlukan penambahan klausal dalam Perbup yang mengatur BK," ujar Ratnadi yang juga Ketua Fraksi PDIP Gianyar itu, Senin (27/1).
Ratnadi mengatakan, penambahan klausul ini telah disampaikan langsung pada Dinas Kesehatan Gianyar dalam rapat beberapa hari lalu. Menurut dia, dengan penambahan klausul itu, masyarakat baik yang kurang mampu maupun yang sudah mampu asalkan mau di kelas 3 akan terlayani.
"Masyarakat kita banyak yang ikut BPJS mandiri, namun ketika keluhannya tidak memenuhi syarat BPJS Kesehatan mereka menjadi tidak terlayani, dan harus lewat jalur umum. Kami tidak mau masyarakat terbebani biaya pengobatan, supaya uang yang mereka miliki bisa untuk memenuhi kepentingan keluarga," ujar politikus PDIP asal Blahbatuh itu.
Ratnadi pun mengungkapkan bahwa selama ini dirinya kerap menalangi biaya pengobatan masyarakat karena kartu jaminan kesehatannya tak meng-cover penyakitnya. Sementara dalam Perbup yang mengatur soal BK juga belum meng-cover hal tersebut.
"Banyak masyarakat kita kebingungan ketika berada di rumah sakit yang ujung-ujungnya mereka harus bayar karena lewat jalur umum, dan tidak sedikit juga kami harus menalangi ketika mereka mengatakan tidak punya biaya," jelasnya.
Ratnadi pun meyakini, Bupati Gianyar, I Made 'Agus' Mahayastra akan menyetujui usulan DPRD Gianyar ini. Sebab pada dasarnya, program ini dilahirkan oleh Bupati Mahayastra pada periode pertamanya untuk menyelesaikan masalah kesehatan untuk semua masyarakat Gianyar.
"Astungkara usulan ini sudah masuk perencanaan, sekarang sudah ada di bidang hukum. Nanti ketika Perbup-nya sudah berlaku, masyarakat Gianyar bisa menggunakan layanan tersebut," ujar Srikandi PDIP itu. (weg)
TARGETKAN 1,5 Juta Jiwa di Bali, Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 290 Siswa SMKN 2 Denpasar |
![]() |
---|
CUCI Hidung: Langkah Sederhana yang Efektif Membantu Mengatasi Sinusitis |
![]() |
---|
GANGGUAN Pendengaran pada Lansia Bisa Dipengaruhi oleh Tekanan Darah Tinggi |
![]() |
---|
1 Juta Warga Indonesia Setiap Tahun Berobat ke Luar Negeri, Kerjasama Prudential & BIH Gaet Potensi |
![]() |
---|
648 Warga Kehilangan Status Penerima Bantuan Iuran JKN di Klungkung, Ini Kata Kepala Dinas Sosial |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.