Berita Bali
ATLAS Open, Finns Beach Club Closed! Begini Nasib 2.000 Karyawan Disana, Ini Kata Komisi I DPRD
Sementara itu, pihak Finns Beach Club menanggapi soal penutupan sementara sesuai instruksi Komisi 1 DPRD Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan sangat menyesalkan atas terjadinya peristiwa atraksi kembang api di tengah-tengah pelaksanaan ritual agama Hindu.
“Sebagaimana video yang telah viral tersebut, sangat tidak pantas. Pembangunan pariwisata Bali sebagaimana regulasi adalah berbasis budaya yang merupakan keunikan dan membuat para wisatawan tertarik datang ke Bali, bukan karena hingar-bingar seperti atraksi kembang api tersebut,” kata Mahendra Jaya pada Rabu 16 Oktober 2024.
Di sisi lain, Kepala Satpol PP Bali, Nyoman Rai Dharmadi saat doorstop disinggung mengenai klub malam Atlas Super Club, ia mengatakan kelab malam tersebut sudah beroperasi kembali seperti biasa.
“Soal Atlas Super Club sesuai dengan yang sudah disepakati oleh pihak eksekutif di lokasi mereka sudah dilakukan penghentian sementara sekarang sudah kembali buka setelah mereka melakukan upacara Guru Piduka,” jelas Dharmadi.
Lebih lanjut Dharmadi mengatakan, kembali beroperasinya Atlas Super Club sesuai dengan rekomendasi DPRD Bali yakni penutupan sementara hanya dilakukan sehari saja.
“Tidak ada disampaikan batasan khan direkomendasi ditutup tapi 1 hari ditutup sudah luar biasa efek yang ekonomi mereka bagi pengusaha dampak kerugian itu bagian dari pada efek jera pembuktian bahwa niat baik tidak cukup tapi harus dibuktikan bahwa mereka konsisten pada apa yang sudah terjadi pada masalah ini,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak Finns Beach Club menanggapi soal penutupan sementara sesuai instruksi Komisi 1 DPRD Bali.
Community Director Finns Beach Club I Wayan Asrama yang turut hadir pada rapat Komisi 1 DPRD Bali mengatakan siap menjalankan perintah pemerintah dalam hal ini DPRD Bali yang meminta Pemprov Bali menutup Finns Beach Club.
Penutupan sementara ini buntut pesta kembang api yang digelar bersamaan dengan upacara masyarakat adat. Selain itu, Manajemen Finns juga diminta untuk melengkapi perizinan yang belum lengkap yakni Amdal.
Dengan ditutupnya sementara akan berdampak dengan 2.000 pekerja. Diakuinya hingga saat ini soal Amdal masih proses memasuki tahap jadwal sidang Amdal. Hanya saja karena perizinan modal asing (PMA) pengajuan di Jakarta sehingga memakan waktu lama.
“Ya ini PMA, perizinan di Jakarta tidak bisa memastikan sekian hari malah bulan. Sekarang menunggu sidang. Tergantung kapan dapatnya. Sidang Amdal kami lumayan besar untuk mendapatkan izin Amdal lumayan lama. Tidak memperkirakan waktu tertentu,” bebernya.
Disinggung nasib ribuan pekerja, Asrama akan berkoordinasi dengan managemen dan pemiliknya, apakah akan dirumahkan sementara atau ada kebijakan lain. “Itu terserah, melaporkan ke manajemen dan owner kami,” kata dia.
Pihak managemen Finns Beach Club menghormati keputusan pemerintan dan menjamin tidak akan melawan. Tunduk terhadap keputusan pemerintah.
“Kami sangat menghormati pemerintah masih bisa diberikan beroprasi. Namun hari ini (kemarin) keputusan bapak ibu gelarkan dalam hal perizinan. Masih proses karena kami PMA di Jakarta atas dasar itu lain tadi kami harus melengkapi adanya penutupan sementara untuk bisa beroperasi. Kami tidak bisa melakupan apa-apa melainkan tunduk peraturan ke pemerintah,” jelasnya. (sar)
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.