Berita Buleleng
200 Meter Pipa Tergerus Air Saat Hujan, 300 KK di Banjar Suci Buleleng Kesulitan Air Bersih
Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang bermukim di wilayah Banjar Dinas Suci, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng terdampak air bersih.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
200 Meter Pipa Tergerus Air Saat Hujan, 300 KK di Banjar Suci Buleleng Kesulitan Air Bersih
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang bermukim di wilayah Banjar Dinas Suci, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng terdampak air bersih.
Ini dikarenakan pipa saluran air sepanjang 200 meter di wilayah tersebut tergerus banjir saat hujan.
Perbekel Desa Tejakula, Gede Diarsa saat dikonfirmasi mengungkapkan, peristiwa hanyutnya pipa air bersih di Banjar Dinas Suci, terjadi pada 5 Februari lalu. Saat itu di wilayah sekitar sedang hujan deras hingga menyebabkan banjir dan longsor.
Baca juga: DPRD Denpasar Pantau Pasokan Air PDAM di IPA Belusung, Aliran Air Bersih Tak Lancar
"Akibatnya pipa saluran air bersih hanyut. Total ada 50 pipa, masing-masing sepanjang 4 meter ukurannya sekitar 4 dim. Selain pipa hanyut, bak penangkap air (reservoar) juga hancur akibat longsor," ungkapnya, Senin (17/2).
Sejak mengalami kerusakan, lanjut Diarsa, kebutuhan air masyarakat sekitar terpaksa memanfaatkan air hujan. Namun sejak dua hari terakhir, pihaknya meminta bantuan BPBD Buleleng untuk menyuplai air bersih bagi masyarakat.
Baca juga: GAK Lancar Aliran Air Bersih, DPRD Kota Denpasar Pantau Pasokan Air PDAM di IPA Belusung
Diarsa menambahkan, upaya perbaikan sudah dilakukan dan saat ini masih berlangsung. Biaya perbaikan membutuhkan anggaran Rp 50 juta yang bersumber dari desa dan BUMDes, karena air dikelola langsung oleh PAM Desa. "Upaya perbaikan diperkirakan masih butuh waktu hingga sepekan ke depan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD dan Damkar Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya menerima permintaan suplai air bersih di Banjar Dinas Suci. Permintaan ini akibat pipa saluran air di sekitar hanyut akibat banjir.
Baca juga: Pemerintah Diminta Serius Tangani Air Bersih di Pecatu, Tomy Martana: Masyarakat Sampai Beli Air
"Setiap hari kami menyuplai dua tangki air bersih, dengan kapasitas tangki masing-masing 5000 liter," tandasnya.
Sementara itu, hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Seririt pada Sabtu (15/2) malam lalu, mengakibatkan sejumlah kejadian bencana. Salah satunya banjir. Dari informasi, tercatat ada puluhan kepala keluarga yang rumahnya kebanjiran.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng, Ketut Yudistira mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, untuk di wilayah Banjar Dinas Karangsari, Kelurahan Seririt, setidaknya ada 47 KK yang terdampak banjir. Dari puluhan KK yang terdampak, terdapat 5 KK yang mengalami dampak paling parah.
"Ketinggian air, khususnya di 5 KK yang mengalami dampak paling parah ini mencapai 50 sentimeter," ucapnya dikonfirmasi Minggu (16/2).
Kata Yudistira, hujan pada Sabtu (15/2) terjadi sekitar pukul 23.00 Wita hingga Minggu (16/2) dini hari. Intensitas hujan yang cukup lebat tidak hanya berdampak banjir di wilayah Kelurahan Seririt, namun juga musibah longsor di wilayah Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Dari laporan yang diterima BPBD Buleleng, ada 5 rumah warga yang senderannya longsor.
"Sementara kami sudah mendatangi dua rumah yang terdampak. Sedangkan tiga rumah terdampak lainnya, besok akan kami datangi," ucapnya.
Senderan rumah yang longsor yakni milik Ketut Widiasa. Longsor terjadi pada hari Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 02.00 wita. Senderan yang longsor menimpa rumah Putu Aria Saputra, yang lokasinya tepat berada di bawah rumah Ketut Widiasa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.