Makan Siang Gratis di Bali

MBG di Jembrana Berhenti Sementara Per Hari Ini, Simak Alasannya Berikut Ini

Artinya, 4.446 siswa yang jadi penerima manfaat akan mulai menerima MBG mulai pekan depan atau sejak 6 Maret 2025 mendatang.

TRIBUN BALI/MADE PRASETYA ARYAWAN
PROGRAM MBG – Para siswa menikmati program makan bergizi gratis di Kabupaten Jembrana belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM  - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jembrana bakal berhenti sementara. Sebab, mulai hari ini, Kamis (27/2) hingga satu pekan ke depan, sekolah diliburkan atau belajar secara daring Sesuai Edaran (SE) 3 Menteri terkait penetapan cuti bersama serangkaian Ramadhan 2025.

Artinya, 4.446 siswa yang jadi penerima manfaat akan mulai menerima MBG mulai pekan depan atau sejak 6 Maret 2025 mendatang.

Menurut data yang berhasil diperoleh Tribun Bali, sementara ini baru terlaksana 2 dapur dari kebutuhan total sekitar 20 dapur di Kabupaten Jembrana.

Baca juga: AKSI Kriminalitas Meningkat, Kapolda Bali Kumpulkan Bhabinkamtibmas se-Bali, Ini Harapannya

Baca juga: KASUS Pertamax Oplosan dari Pertalie, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Skandal Korupsi Pertamina

Dari 2 dapur ini, total yang terlayani menjadi 4.446 orang siswa. Di kecamatan Negara tercatat sebanyak 3.463 orang dan Pekutatan sebanyak 983 orang. 

“Program MBG mengikuti kegiatan sekolah. Nanti bakal off sementara,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra saat dikonfirmasi, Rabu (26/2).

Dia melanjutkan, dengan demikian sebanyak 4.446 orang siswa yang jadi penerima manfaat program MBG tersebut akan memperoleh makan gratis mulai pekan depan.

“Sesuai informasi SPPG, program makan bergizinya tersebut dimulai lagi Minggu depan saat sekolah sudah masuk kembali,” tandasnya. 

Sebelumnya, Anom Saputra juga menjelaskan, pihak pemerintah daerah telah menindaklanjuti SE 3 Menteri terkait penetapan cuti bersama serangkaian Ramadhan 2025.

Menurut data yang diperoleh, sesuai SE bersama 3 Menteri yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Agama RI dan Menteri Dalam Negeri RI dan surat dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, jadwal cuti atau libur menjadi dua waktu berbeda. 

Rinciannya, libur pertama dimulai Kamis 27 dan 28 Februari dan 3,4, dan 5 Maret 2025. Selanjutnya mulai 6 Maret hingga 25 Maret 2025 siswa kembali mengikuti pembelajaran di sekolah masing-masing. 

Kemudian, libur cuti bersama akan diterapkan mulai 26 Maret hingga 8 April 2025 mendatang ini juga mencakup Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu 29 Maret 2025. Sehingga total libur siswa sekitar 13 hari efektif belajar mengajar.

Dia mengatakan, proses pembelajaran selama libur panjang tersebut akan menyesuaikan dengan pemberian penugasan guru kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Sementara itu, jenjang SMA di Jembrana juga bakal mengikuti dan menerapkan pembelajaran secara daring di masa libur sesuai kalender Pendidikan Provinsi Bali.

“Kita menerapkan pembelajaran secara daring untuk siswa selama libur tersebut,” jelas Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Jembrana, I Komang Winata, kemarin.

Disinggung mengenai absensi para tenaga pendidik atau guru, Winata mengakui masing-masing sekolah bakal memberikan surat tugas. “Masing-masing kepala sekolah membuatkan surat tugas melaksanakan pembelajaran secara mandiri di keluarga, tempat ibadah dan masyarakat,” tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved