Ramadan 2025

Operasi Ketupat dan Potensi Antrean Menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, Hindari Mudik di Waktu Puncak

Pos pengamanan ini fungsinya untuk mengkandangkan kendaraan barang sumbu tiga ke atas

Tribun Bali/I Made Prasetia
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto didampingi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat menyematkan pita tanda Operasi Ketupat 2025 serta pengecekan kendaraan operasional di parkir belakang GOR Kresna Jvara Jembrana, Kamis 20 Maret 2025. Operasi Ketupat dan Potensi Antrean Menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, Hindari Mudik di Waktu Puncak 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ratusan personel gabungan berkumpul di parkir belakangan GOR Kresna Jvara Jembrana, Bali, Kamis 20 Maret 2025. 

Adalah apel gelar pasukan Ketupat Agung 2025 untuk pengamanan Idul Fitri serta Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. 

Operasi ini bakal berlangsung selama 17 hari penuh mulai 23 Maret hingga 8 April mendatang. 

Skema arus lalu lintas masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni menggunakan Terminal Kargo sebagai buffer zone.

Baca juga: Jelang Arus Mudik di Bali, 7 Kapal Tujuan Padangbai-Lembar Docking

Menurut data yang berhasil diperoleh, total jumlah personel Polres Jembrana yang dikerahkan sebanyak 270 orang dan dibantu dengan instansi terkait seperti Brimob, Dishub dan lainnya. 

Sementara itu, juga menyediakan empat Pos Pengamanan, satu Pos Pelayanan dan satu Pos Terpadu. 

Masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa diimbau untuk mudik lebih awal untuk menghindari potensi kemacetan serta antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk.

Di sisi lain, juga terdapat prediksi peningkatan aktivitas selama Arus Mudik 2025 ini. 

Rinciannya, Trip Meningkat 13 persen atau di tahun 2025 sebanyak 3.840 trip. 

Kemudian peningkatan jumlah penumpang 8 persen (tahun 2025: 572.706 orang), dan peningkatan Kendaraan sebesar 10 persen (tahun 2025: 148.408 unit).

"Pengamanan ini untuk rangkaian Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri. Penekanannya adalah terkait sejumlah titik tempat seperti masjid di jalur nasional serta kantor kepolisian untuk menampung pemudik yang tidak bisa ke Pelabuhan Gilimanuk," jelas Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Kamis 20 Maret 2025. 

Tahun ini, kata dia, sedikitnya ada empat Pos Pengamanan, satu Pos Pelayanan yang jadi buffer zone sebelum menuju Pelabuhan Gilimanuk, dan satu Pos Terpadu di Pelabuhan Gilimanuk

Pos pengamanan ini fungsinya untuk mengkandangkan kendaraan barang sumbu tiga ke atas yang mungkin masih beroperasi saat pembatasan sesuai SKB. 

"Kami juga siagakan CCTV untuk memantau antrean kendaraan sampai di mana. Ini kemudian akan kami informasi melalui berbagai media sehingga masyarakat bisa memonitor kapan bisa melaksanakan mudik," ungkapnya.

"Kami imbau hindari mudik di waktu puncak (27-28 Maret), mudik lebih awal itu lebih baik," imbaunya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved