Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

185 WBP Terima Remisi Hari Raya Nyepi & Idul Fitri dari Lapas Singaraja

Kendati ada perlakuan spesial, Gusti Lanang menegaskan prosedur kunjungan tetap dilaksanakan. Bahkan ia menyebut prosedur pemeriksaan akan lebih ketat

istimewa
TERIMA REMISI- Warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja saat menerima remisi khusus hari raya Nyepi dan Idul Fitri. Total ada 185 warga binaan yang menerima remisi ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Singaraja menerima remisi pada hari raya Nyepi dan Idul Fitri. Dari total usulan 190 WBP, 185 di antaranya telah disetujui oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. 

Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra mengungkapkan, secara umum total usulan remisi untuk hari raya Nyepi sebanyak 135 WBP. Sedangkan usulan remisi hari raya Idul Fitri sebanyak 55 WBP

Namun dari total usulan tersebut, hanya 185 WBP yang usulannya mendapat persetujuan. Rinciannya 133 WBP menerima remisi Nyepi dan 52 WBP menerima remisi Idul Fitri

"Remisi yang diterima WBP mulai dari 15 hari hingga 1 bulan 15 hari. Pelaksanaan pemberian remisi ini dilaksanakan serentak melalui daring dari pusat. Dilaksanakan pada hari Jumat (28/3) kemarin," ungkapnya saat ditemui awak media belum lama ini.

Baca juga: PUNCAK Arus Balik H+5 ldul Fitri, Orang Masuk Bali Mulai Naik Pasca Lebaran, Pemeriksaan Dilakukan

Baca juga: Okupansi Hotel Non Bintang Meningkat, Jadi Primadona Wisatawan di Momen Liburan Idul Fitri

Kata Gusti Lanang, secara total jumlah WBP pada Lapas Kelas IIB Singaraja sebanyak 340 orang per tanggal 28 Maret 2025. Pihaknya tak memungkiri ada WBP yang tidak diusulkan untuk mendapat remisi. Ini karena WBP tersebut dinilai belum memenuhi syarat. 

Gusti Lanang menjelaskan, WBP yang dinilai tidak memenuhi syarat menerima remisi karena beberapa faktor. Mulai dari belum menjalani hukuman minimal 6 bulan, hingga melakukan pelanggaran-pelanggaran tata tertib. 

"Kalau yang terkategori demikian tentu tidak kita usulkan remisi. Tapi sebagian besar yang tidak memenuhi syarat (usulan remisi), karena masa tahanannya belum sampai 6 bulan. Sehingga tidak diusulkan," tandasnya. 

Sementara itu, tradisi kumpul keluarga saat hari raya, juga bisa dirasakan para warga binaan di Lapas Kelas IIB Singaraja. Sebab momentum hari raya Idul Fitri, warga binaan bisa bertemu dengan keluarga tanpa adanya pembatas. 

Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra mengungkapkan, perlakuan khusus ini hanya diberikan pada saat hari raya. Di mana pihaknya memperbolehkan keluarga untuk bertemu langsung dengan warga binaan. 

"Karena ini merupakan hari raya, maka kunjungan kita spesialkan. Kita berikan tempat khusus, kita siapkan tenda-tenda agar mereka bisa duduk maupun makan bersama. Berbeda dengan kunjungan hari biasa yang kita tempatkan di ruang pembatas," jelasnya, Senin (31/3). 

Kunjungan spesial ini dibuka selama dua hari, yakni Senin (31/3) dan Selasa (1/4). Kunjungan dimulai pukul 09.00 Wita hingga jam 12.00 Wita. Kemudian dilanjutkan pukul 13.00 Wita hingga 15.00 Wita.

"Seluruh persiapan sudah kita siapkan sarananya, sehingga kita bisa berikan pelayanan terbaik. Kita juga siapkan tenda untuk mengantisipasi jumlah kunjungan yang membludak," ujarnya. 

Kendati ada perlakuan spesial, Gusti Lanang menegaskan prosedur kunjungan tetap dilaksanakan. Bahkan ia menyebut prosedur pemeriksaan akan lebih ketat. 

"Selain memperketat pemeriksaan, kami juga berikan pengunjung stempel dan gelang khusus untuk mempermudah petugas kami membedakan pengunjung dan warga binaan," tegasnya. 

Pihaknya menambahkan, dalam perayaan hari raya Nyepi dan Idul Fitri, pada hari raya Nyepi warga binaan di dalam lapas juga melaksanakan rangkaian penyepian. Mulai dari Pengrupukan hingga Catur Brata Penyepian. 

Demikian pula saat hari raya Idul Fitri. WBP melaksanakan salat Ied pada pagi hari. Salat Ied dipimpin imam dari luar lapas. "Kemudian pelaksanaan tadi malam itu kegiatan takbiran juga dilaksanakan oleh warga binaan di dalam. Jadi seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar sampai saat ini," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved