Berita Buleleng
Kecam Tindak Kekerasan Saat Eksekusi Saini dan Rasad di Buleleng, Begini Sikap Ormas Islam di Bali
Kecam Tindak Kekerasan Saat Eksekusi Saini dan Rasad di Buleleng, Begini Sikap Ormas Islam di Bali
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
"Proses kekerasan dilakukan di hadapan anak kecil, di hadapan keluarganya, bahkan ada salah satu anggota keluarga yang hamil 5 bulan mengalami trauma yang cukup dalam. Dan ini tidak bisa dibiarkan. Ini negara hukum, maka semua tindakan harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum," tegasnya.
Sementara Ketua Komisi Bidang Hukum MUI Buleleng, Firmansyah menambahkan, MUI Buleleng pada prinsipnya menghormati keputusan hukum dan akan menyerahkan keduanya apabila memang bersalah.
"Alasan masalah ini dibawa ke tingkat nasional karena kami berharap ke depan tidak ada lagi penegakan hukum yang terkesan diskriminatif. Baik itu terhadap umat Islam maupun umat beragama lainnya," tandasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Kajati Bali, Ketut Sumedana mengaku dalam eksekusi Saini dan Rasad tidak ada kekerasan. Alasan eksekusi dilakukan dini hari, bahkan menjelang subuh justru untuk menghindari kekerasan. Sehingga (eksekusi) berjalan lancar.
"Tidak ada kekerasan. Kita memang melakukan penjemputan jelang subuh. (Sebab) tujuannya untuk menghindari kekerasan. Sehingga (eksekusi) berjalan lancar," ungkapnya belum lama ini. (mer)
| Punya Riwayat Gangguan Jiwa, WNA Inggris yang Tebas Warga di Buleleng Jadi Tersangka |
|
|---|
| ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu |
|
|---|
| PENGIRIMAN April Melonjak 9.870 Ekor, Permintaan Naik, Harga Sapi Peternak di Buleleng Tetap Murah |
|
|---|
| Tebas Front Office Resort di Buleleng, Bule Inggris Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/4ej5k6t7ly78l8u9980.jpg)