Berita Jembrana
Jembrana Krisis Sekaa Manyi, Seribuan Hektare Tanaman Padi Terancam Rusak
Seribuan hektare tanaman padi siap panen di Jembrana terancam rusak. Sebab, di Gumi Makepung saat ini krisis Sekaa Manyi
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Jembrana Krisis Sekaa Manyi, Seribuan Hektare Tanaman Padi Terancam Rusak
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Seribuan hektare tanaman padi siap panen di Jembrana terancam rusak.
Sebab, di Gumi Makepung saat ini krisis Sekaa Manyi atau kelompok tenaga pemanen padi.
Para petani terpaksa harus menunggu "jatah" giliran tenaga panen atau mesin pemanen combine harvester.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, total luas tanam mencapai 2.050 hektare.
Baca juga: 65 Hektar Padi Ambruk Diterjang Angin Kencang di Jembrana, Puso Dampak Angin Tak Ditanggung Asuransi
Dari jumlah tersebut sekitar 40-50 persennya masih belum dipanen karena pada petani kesulitan mencari tenaga panen.
Artinya ada seribuan hektare yang terancam rusak jika tak mendapat tenaga panen atau mesin pemanen padi.
"Nggih, dampaknya panen tertunda. Sebagian padi sudah siap panen dan ada yang beberapa hari lagi siap dipanen," ungkap Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa 29 April 2025.
Baca juga: Padi Rebah di Jembrana Diterjang Angin Kencang, Pemerintah Sarankan Panen Lebih Awal
Dia melanjutkan, panen padi terpaksa ditunda karena masih menunggu tenaga panen maupun combine harvester (mesin pemanen).
Sesuai data, luasan lahan yang belum dipanen karena kesulitan mencapai 40-50 persen dari total 2.050 hektare luas tanam padi.
"Saat ini masih menunggu dapat tenaga panen maupun combine (mesin)," jelasnya.
Baca juga: Luasan Masa Tanam Padi di Jembrana Sudah Terealisasi 95 Persen, Terkendala Traktor Untuk Olah Tanah
Krisis Sekaa Manyi di Bali
Disinggung mengenai sulitnya mencari tenaga panen atau yang lebih dikenal Selama Manyi di Bali?
Arya Kusuma mengakui saat ini Sekaa Manyi mulai krisis generasi. Sehingga regenerasi harus dilakukan meskipun cukup sulit karena kondisi saat ini (modern).
Menurutnya, generasi saat ini cenderung tak tertarik untuk terjun ke bidang pertanian apalagi menjadi Sekaa Manyi.
Baca juga: DLHK Bali Akan Petakan Wilayah Hutan yang Tepat untuk Ditanami Padi Gogo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tanaman-padi-yang-sudah-menguning-namun-belum-bisa-dipanen-366.jpg)