Porprov Bali
663 Atlet Buleleng Akan Berlaga Pada Porprov Bali 2025, Terapkan 3 Klaster Dalam Penentuan Kuota
Ketut Wiratmaja mengatakan, penetapan kontingen definitif Proprov Bali ini telah melalui proses panjang.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng telah mengumumkan kontingen definitif yang akan dikirim ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, September 2025 mendatang.
Pasca pengumuman, seluruh atlet dan pelatih akan menjalani pemusatan latihan selama empat bulan.
Diketahui, total ada 663 atlet Buleleng dari 50 cabang olahraga yang akan berlaga pada Porprov Bali 2025.
Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja mengatakan, penetapan kontingen definitif Proprov Bali ini telah melalui proses panjang. Mulai dari tes fisik, psikotes, hingga kajian di masing-masing cabor.
Baca juga: KONI Buleleng Digelontor Hibah Rp23 Miliar, Akan Ikuti Semua Cabor yang Dipertandingkan
"Kami menerapkan tiga klaster dalam penentuan kuota di masing-masing cabang olahraga. Mulai dari klaster unggulan, prioritas dan binaan. Dari 50 cabang olahraga, 15 di antaranya masuk klaster prioritas, 10 cabor unggulan dan 25 cabor masuk klaster binaan," terangnya, Jumat 2 Mei 2025.
Tiga klaster yang diterapkan oleh KONI, mengacu pada hasil tes fisik dan psikotes yang telah dilakukan pada April lalu.
Selain itu, imbuh Wiratmaja, hal lain yang menjadi parameter yakni raihan medali di kejuaraan. Baik internasional, nasional, maupun provinsi.
"Skema ini kami pilih agar lebih objektif menilai masing-masing cabang olahraga. Kami juga buka data hasil penskoran agar bisa diketahui masing-masing pengkab cabor," ucapnya.
Pasca penetapan tim definitif, atlet dan pelatih mulai menjalani pemusatan latihan selama empat bulan penuh, mulai dari Mei hingga Agustus 2025.
Wiratmaja mengatakan, seluruh atlet wajib berlatih 20 kali dalam sebulan, serta mengunggah program latihannya dalam aplikasi Si Monef Bisa Juara.
"Selama pemusatan latihan ini ada evaluasinya. Bagi atlet yang tidak memenuhi kewajiban selama TC, berpeluang digantikan oleh atlet yang lebih siap," ucapnya.
Tak hanya itu, atlet yang tidak memenuhi kewajiban juga tidak dapat mencairkan dana TC yang telah dialokasikan oleh Pemkab Buleleng.
"Untuk TC masing-masing atlet diberikan Rp 1.875.000 per bulan dipotong pajak. Ini sudah meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 1.500.000 per bulan," ungkapnya. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.