KESEHATAN

Diabetes Usia Remaja Tembus 23 Kasus, Klungkung 14 Kasus, Dinkes Bali Deteksi Dini 3.727 Remaja

Tingginya angka gula darah di kalangan remaja tidak hanya pengaruh genetik, tapi karena pola makan tidak sehat dan gaya hidup sedentari.

ISTIMEWA
SKRINING – Sejumlah remaja mengikuti skrining gula darah di Klungkung, kemarin. 

Informasi nilai gizi ini meliputi kandungan lemaknya berapa, gulanya berapa, garamnya berapa, atau yang saat ini sering disebut GGL (gula, garam, lemak). Pihaknya pun menyarankan agar membaca terlebih dahulu label kandungan sebelum mengkonsumsi makanan.

“Itu baru kita bisa memberi izin edar, kita juga penandaannya harus benar. Nah, sekarang konsumen yang perlu diedukasi. Anak-anak, bagaimana menkonsumsi? Apa kebelebihan apa tidak? Sesuai kebutuhan masing-masing. Kita harus membaca, konsumen harus membaca informasi ini, kandungan gulanya, ada yang produk low sugar, kita harus baca dulu sebelum membeli itu,” jelasnya. 

Aryapatni menjelaskan, minuman yang sudah memiliki izin edar dinilai pasti sudah memenuhi syarat untuk satu kemasan sekali minum.

Ia pun mempertanyakan saat ini bagaimana pola konsumsi pada anak-anak. Ia juga pernah mendengar ada anak-anak yang benar-benar tidak mau minum air putih sebab sudah biasa mengkonsumsi minuman manis. 

“Dikasih air putih tidak mau, katanya mual, ada yang begitu . Ada yang menangis minta harus minuman yang rasanya manis,” bebernya. 

Menurutnya, jika terbiasa mengkonsumsi minuman manis akhirnya menjadi kebiasaan. Sebetulnya, satu kemasan tidak masalah, namun kasus yang ditemui konsumsi minuman manis ini berkali-kali dan sering.

Ditegaskan, yang perlu diperhatikan dari segi makanan kemasan, yang di mana satu kemasan itu tidak satu sajian. Terkadang karena kemasannya lebih besar, satu kemasan untuk 6 sajian dan dikonsumsi anak-anak secara berlebih. 

“Khan banyak ikut produk yang no sugar, dan kita minum air putih itu yang paling aman, paling sehat. Yang perlu digalakkan lagi ke anak-anak untuk minum air putih. Nah, ini perlu kerjasama dengan dinas, tidak hanya badan POM saja, tidak ada kesehatan, bagaimana dari kecil mereka sudah diedukasi pola makannya ini. Minum air putih, membiasakan,” ujarnya. (sar)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved