Bandara Bali Utara

Ditanya Uang dari Mana Bangun Bandara Bali Utara, Erwanto Siap Bertemu Koster

Keraguan Gubernur Bali, Wayan Koster mengenai biaya pembangunan Bandara Bali Utara, ditanggapi santai oleh Direktur Utama PT Bandara Internasional Bal

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
SOSOK - Direktur Utama PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo. Ia menjawab pertanyaan uang pembangunan Bandara dari investor, bukan dari APBN. 

Ditanya Uang dari Mana Bangun Bandara Bali Utara, Erwanto Siap Bertemu Koster

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Keraguan Gubernur Bali, Wayan Koster mengenai biaya pembangunan Bandara Bali Utara, ditanggapi santai oleh Direktur Utama PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo.

Erwanto mengaku akan bertemu Koster, untuk menjelaskan dari mana saja sumber dana pembangunan bandara.

Erwanto mengungkapkan, pada 9 November 2024 bersama dengan kunjungan presiden ke Tiongkok, PT BIBU Panji Sakti melakukan penandatangan nota kerjasama (MoU) dengan ChangYe Construction Group.

Baca juga: Wacana Pembangunan Bandara Bali Utara Kembali Hangat, Sutjidra: Belum Dapat Informasi Resmi 

Nilai investasi perusahaan terkemuka di Tiongkok itu mencapai USD 3 Miliar. 

"Kami tanda tangan MoU di KBRI Beijing sebesar USD 3 Miliar. Jadi mungkin saya akan sowan ke beliau (Gubernur) untuk menjelaskan dari mana biayanya," ucapnya kepada awak media, saat ditemui Selasa (8/7/2025). 

Lanjut Erwanto, pembangunan Bandara Bali Utara mencakup tiga tahap.

Yakni Airport, Aerocity, Aetropolis. Sejauh ini sudah ada tiga investor yang melakukan penandatanganan kerja sama. 

Baca juga: UANG Darimana? Gubernur Koster dan Sutjidra Tanggapi Isu Pembangunan Bandara Bali Utara!

Di antaranya Tiongkok, Qatar, dan Jepang. Erwanto menyebut untuk investor Tiongkok nilai investasinya sebesar USD 3 miliar.

Investor Qatar nilai investasinya USD 1,5 miliar, dan investor Jepang nilai investasinya USD 1 miliar. 

Bahkan dalam waktu dekat, Erwanto mengaku akan kembali melakukan penandatanganan kerja sama dengan dua investor.

Yang mana kedua investor tersebut akan membangun infrastruktur berupa jalan tol. 

Baca juga: Wacana Pembangunan Bandara Bali Utara Kembali Mencuat, Sutjidra: Kami Belum Dapat Informasi Resmi

"Nanti saya kabarkan dari mana lagi investor datang untuk sign agreement sama kita. Alhamdulillah, astungkara, semuanya sudah menanti untuk membangun Bandara Bali Utara ini," ujarnya. 

Erwanto menambahkan, Bandara Bali Utara harus dilaksanakan karena kebutuhan.

Terlebih pembangunan bandara sudah tertuang dalam lampiran IV Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 12 tahun 2025, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2025-2029. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved