Kapal Tenggelam di Selat Bali

ISAK TANGIS Keluarga Daniar Ketika Terima Jenazahnya, Korban Jiwa 8 Karamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Korban bernama Daniar Nadif Inzaqi (21), yang ditemukan di perairan sekitar wilayah Kecamatan Muncar, Banyuwangi Minggu (6/7/2025) kemarin.

ahmad zaimul haq/surya.co.id
KORBAN KAPAL TENGGELAM - Isak tangis warnai penyerahan jenazah korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya, bernama Daniar Nadif Inzaqi (21), yang ditemukan di perairan sekitar wilayah Kecamatan Muncar, Banyuwangi Minggu (6/7/2025) kemarin. Penyerahan jenazah warga RT 2 RW 04, Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, tersebut dilakukan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, kepada kakak korban, di Posko Post Mortem RSUD Blambangan. 

Ia berangkat dari rumah pada Rabu (2/7/2025) malam, atau beberapa jam sebelum kejadian. "Daniar baru saja pulang dari Kalimantan. Tiga hari di rumah, ia pamit pergi ke Bali," ujar Andriyanto.

Pihak keluarga mengetahui kabar kapal tenggelam pada Kamis pagi. Sejak saat itu, mereka tak bisa menghubungi Daniar.

Ingin mendapat kepastian, keluarga pun berangkat dari kediaman mereka di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi untuk mendapat kabar.

Sejak hari pertama, keluarga tak kunjung mendapati nama Daniar dalam daftar korban selamat maupun meninggal. Selama pencarian terus dilakukan, Erna dan keluarganya akan terus bertahan di posko.

 

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono saat berkunjung ke Posko SAR Gabungan Gilimanuk serta memberikan keterangan mengenai proses penanganan insiden KMP Tunu Pratama Jaya di Gilimanuk, Senin 7 Juli 2025.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono saat berkunjung ke Posko SAR Gabungan Gilimanuk serta memberikan keterangan mengenai proses penanganan insiden KMP Tunu Pratama Jaya di Gilimanuk, Senin 7 Juli 2025. (ISTIMEWA)

Puluhan Korban Diduga Masih Berada Dalam Laut 

Puluhan korban Kapal Tunu Pratama Jaya yang belum ditemukan diduga masih berada dalam laut. Hal ini disampaikan oleh Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana TNI (Purn) R. Eko Suyatno saat di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. “Hitungan saya berdasarkan hari memang sudah terjadi pembusukan, khususnya korban yang berada di bawah air,” ujarnya, Senin (7/7).

Menurutnya, bukan berarti mereka masih berada di dalam kapal, sebab belum ada validasi yang ilmiah. “Saya belum berani menyebutkan berada di dalam kapal, tetapi di bawah air,” kata Eko.

Indikasi pembusukan korban tersebut, kata dia, setelah ditemukannya satu jenazah berkelamin laki-laki yang berhasil ditemukan TNI AL, Minggu (6/7). Lokasi penemuan mayat tidak jauh dari tempat tenggelamnya kapal. 

“Bisa dilihat saat kami melabeli kulit (korban) jenazah korban laki-laki, karena saat ditemukan posisinya terlungkup, sementara kalau perempuan pasti terlentang,” ulas Eko seperti dilansir Tribunjatim-timur.com.

Eko menyebut, adanya korban yang berada di bawah air muncul di permukaan tersebut menjadi tanda, adanya progres positif pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan ini.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

“Kami mendoakan agar korban yang belum ditemukan segera dapat dievakuasi dan seluruh keluarga korban diberikan ketabahan serta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, baik dalam bentuk pertolongan langsung maupun santunan yang layak,” ujar Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo, Minggu (6/7).

Khoiri juga menyoroti pernyataan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Aras, soal usia kapal penyeberangan di Indonesia. Khoiri mengtakan, tidak ada korelasi langsung antara usia kapal dengan kelaiklautan kapal.

Walaupun berusia tua, tetapi kapal setiap tahun melaksanakan kegiatan pengedokan dan dalam pengedokan tersebut akan dilakukan penggantian part yang dinilai dibawah standar klas. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved