Kapal Tenggelam di Selat Bali
3 Sulinggih Muput Ritual Mulang Pakelem di Selat Bali, Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya!
Prosesi pakelem ini nantinya dipuput oleh tiga Sulinggih di Jembrana dengan sarana upakara hewan kerbau, kambing, dan ayam
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah bersama ASDP Pelabuhan Gilimanuk serta pengusaha kapal bakal melaksanakan Upacara Mulang Pekelem di Selat Bali, Jumat (25/7).
Prosesi pakelem ini nantinya dipuput oleh tiga Sulinggih di Jembrana dengan sarana upakara hewan kerbau, kambing, dan ayam. Adalah prosesi ritual wujud syukur serta memohon keselamatan pelayaran lintas Ketapang-Gilimanuk pasca insiden tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali belum lama ini.
Untuk diketahui, proses pencarian terhadap korban insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya telah dihentikan Senin (23/7). Selama 20 hari pencarian korban, tercatat ada 49 orang yang ditemukan. Rinciannya, 30 orang ditemukan selamat dan 19 orang dalam kondisi meninggal dunia.
Menurut Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, prosesi ritual Mulang Pekelem ini memang dilaksanakan pasca terjadinya musibah atau insiden tenggelamnya salah satu KMP di Selat Bali. Pencarian kali ini berbeda tingkatkan dengan ritual rutin yang dilaksanakan desa adat setempat setiap tahunnya.
Baca juga: SATPOL PP Akan Turunkan Alat Berat, Percepat Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin
Baca juga: LAPOR Jika Temukan Beras Oplosan! Disperindag Denpasar & Jembrana Gelar Sidak Tapi Nihil Temuan
“Setiap tahun, pecaruan rutin dilakukan oleh Desa Adat saat sasih Kesanga atau menjelang Hari Suci Nyepi. Hanya saja, tingkatannya tidak seperti saat ini,” kata Tony yang merupakan ketua panitia Karya Pecaruan Pakelem ini.
Dia menyebutkan, ritual Pakelem nanti bakal menggunakan sarana hewan seperti kerbau, kambing, ayam dan lainnya yang kemudian dilarung ke laut. Ritualnya akan dilaksanakan di Selat Bali sekitar areal Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk berdekatan dengan Pura Segara Gilimanuk. “Besok (ritual) dipuput oleh tiga sulinggih,” sebutnya.
Tony menyebutkan, prosesi mulang pakelem di Selat Bali digelar oleh pihak perusahaan dan pengelola penyeberangan ini merupakan yang pertama setelah hampir dasawarsa. “Sekitar 9 tahun lalu dilakukan pakelem terakhir, setelah itu sempat dilaksanakan dari PLN namun terkait dengan jaringan kabel bawah laut di Selat Bali,” katanya.
Dia berharap, dengan ritual proses Pecaruan Pakelem yang dilaksanakan pada pihak ini bisa memberikan keselamatan pelayaran di Selat Bali dan insiden seperti KMP Tunu Pratama Jaya tidak terulang lagi di kemudian hari. “Selain sebagai wujud syukur, juga untuk memohon kesempatan pelayaran agar insiden serupa tak terulang lagi ke depannya,” kata dia. (mpa)
JENAZAH Surata Dinanti Sang Istri & Keluarga, Korban KMP Tunu Ikuti Mulang Pakelem di Selat Bali |
![]() |
---|
JASAD Suaminya Belum Ketemu, Wiardani Tak Tenang, Korban Ikuti Ritual Mulang Pakelem di Selat Bali |
![]() |
---|
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Jauh Dari Kabel Bawah Laut, PLN Jamin Kelistrikan Di Bali Aman |
![]() |
---|
PLN Jamin Kelistrikan di Bali Aman, KNKT Sebut KMP Tunu Bawa Muatan 3Kali Lipat dari Batas Kemampuan |
![]() |
---|
Posisi Bangkai KMP Tunu Pratama 3,6 Km dari Kabel Laut Jawa-Bali, PLN: Semoga Jaraknya Tidak Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.