Kapal Tenggelam di Selat Bali

MIMPI Bertemu Suami, Sudiartini: Dia Bilang Pulang Hari ini, Jenazah Korban KMP Kembali Ditemukan

Kabar ditemukannya jenazah Putu Mertayasa membuat pihak keluarga, terutama istrinya bernama Kadek Sudiartini.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
SOSOK - Sudiartini mengaku pada malam sebelum jenazah Mertayasa ditemukan, ia mimpi bertemu dengan sang suami. Pada mimpi itu sang suami tidak mengenakan baju dan mengaku sekarang akan pulang 

Sudiartini baru mengetahui ada peristiwa kapal tenggelam pada Kamis (3/7), setelah adik iparnya memberi tahu peristiwa tersebut. Awalnya dia mengaku tidak khawatir.

Namun setelah adik iparnya mengabarkan bahwa suaminya sempat membuat story/status di aplikasi WhatsApp, ia pun segera berupaya menghubungi Mertayasa. 

Kata Sudiartini, Mertayasa membuat story sekitar jam 22.30 wita. Story-nya menunjukkan suasana kemacetan saat hendak memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang.

Pada story yang dibuat juga menyertakan caption “ti be” atau “mati dah. “Dia memang sering membuat story dengan tulisan ti be kalau sedang macet,” imbuhnya. 

Karena story itu dibuat berdekatan dengan waktu peristiwa kapal tenggelam, adik ipar Sudiartini meminta untuk menghubungi Mertayasa.

Namun setelah coba dihubungi, ponsel Mertayasa tidak aktif. Saat itulah perasaan khawatir mulai menyelimuti Sudiartini.

“Salah satu teman kerjanya bilang mau barengan naik kapal, hanya suami saya duluan naik. Sedangkan dia tidak jadi naik kapal. Makanya dipastikan suami saya ikut di kapal itu,” ucapnya. 

Mengetahui peristiwa ini, Sudiartini ditemani keluarga segera mendatangi Pelabuhan Gilimanuk untuk mencari informasi keberadaan suaminya.

Di Gilimanuk ia bertemu dengan bos dari Mertayasa. Kuat dugaan jika dia berada di Kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Namun seharian menunggu, kabar mengenai suaminya tak kunjung didapatkan. Sehingga ia pulang dengan ketidakpastian. 

“Sebagai sopir, dia memang jarang keluar (truk) saat penyeberangan. Biasanya dia tiduran atau video call dari mobil,” katanya.

Sepekan menunggu dengan perasaan waswas, Sudiartini akhirnya menerima kabar Mertayasa. Jasadnya ditemukan di Pantai Pengambengan, Kecamatan Negara.

Pada Rabu (9/7) sore, ia menerima kabar dari Kelian Banjar dan Bhabinkamtibmas setempat. Pukul 15.00 Wita, Sudiartini berangkat menuju Gilimanuk. Ia menunggu jasad sang suami, hingga pukul 21.20 Wita jasad Mertayasa tiba dan langsung dibawa ke rumah duka. 

“Saya sempat dilihatkan barang-barang suami, berupa dompet hingga identitas seperti KTP dan SIM. Rencananya jenazah suami akan dikremasi di Setra Buleleng, namun masih menunggu hari baik,” tandasnya.

Sudiartini mengaku tidak ada firasat apapun pada saat insiden tersebut. Namun ia mengatakan ada beberapa kejanggalan sebelum sang suami berangkat bekerja.

Kata Sudiartini, sudah sekitar 21 tahun suaminya bekerja sebagai sopir. Mulai dari sopir angkutan antarkota, sopir bus, dan saat ini menjadi sopir truk antarprovinsi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved