Kapal Tenggelam di Selat Bali
MIMPI Bertemu Suami, Sudiartini: Dia Bilang Pulang Hari ini, Jenazah Korban KMP Kembali Ditemukan
Kabar ditemukannya jenazah Putu Mertayasa membuat pihak keluarga, terutama istrinya bernama Kadek Sudiartini.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
“Sudah sering suami perjalanan antarprovinsi. Kalau dulu ke Bima, Sumbawa. Sedangkan saat ini sopir Jawa-Bali,” ungkapnya.

Saat itu Mertayasa mengangkut material bangunan, seperti besi dan semen dengan tujuan Surabaya menuju Bali. Ia berangkat ke Surabaya pada Senin (30/6) kemudian menuju Bali pada Rabu (2/7).
Sudiartini mengaku tidak ada firasat apapun saat terjadi musibah tersebut. Namun dua hari sebelum sebelum berangkat bekerja, diakui ada beberapa kejanggalan. Mulai dari jatuh saat memetik jambu, hingga dompet ketinggalan.
“Biasanya kalau ke Denpasar selalu bawa motor. Tapi saat itu saya minta tidak bawa karena motornya mau saya pakai. Sehingga saya antar ke terminal Sangket. Tapi sudah sampai Desa Sambangan, ternyata dompetnya ketinggalan,” ucapnya mengenang pertemuan terakhir dengan sang suami.
Selain itu, lanjut Sudiartini, menurut keterangan bos-nya saat akan berangkat ke Surabaya, aki truk yang digunakan oleh Mertayasa meledak. Peristiwa itu terjadi di Gilimanuk. Jenazah Mertayasa sudah tiba di rumah duka, Kamis (10/7). Rencananya jenazah sang suami akan dikremasi. “Untuk waktunya kapan kami masih menunggu hari baik,” kata dia.
Jenazah Kembali Ditemukan
Satu jenazah diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya kembali ditemukan nelayan di perairan Perancak, kemudian dievakuasi melalui Pantai Pebuahan, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Kamis (10/7).
Jenazah laki-laki tersebut ditemukan nelayan dengan kondisi mengambang. Jenazah sudah dievakuasi ke RSU Negara selanjutnya diberangkatkan menuju Banyuwangi untuk diidentifikasi.
Adapun ciri-ciri jenazah tersebut di antaranya mengenakan celana jins biru, baju hem motif kotak-kotak berwarna hitam merah, dan hanya memakai sepatu sebelah kanan. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengembang.
Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, jenazah laki-laki tersebut ditemukan nelayan sekitar pukul 03.00 WITA. Nelayan yang diketahui bernama Muhamad Fadjri (60) tersebut awalnya melaut.
Jenazah ditemukan di perairan Pantai Perancak atau sekitar 5 Nautical Mile (NM) atau sekitar 10 kilometer dari Pantai Pebuahan.
Tak disangka, ia justru melihat sesosok tubuh mengambang di laut. Dengan menggunakan perahu yang bertuliskan Guna Asih, jenazah tersebut dievakuasi ke pesisir pantai Pebuahan dan dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas SAR Gabungan lantas melakukan evakuasi sekitar pukul 08.30 WITA.
“Satu jenazah lagi ditemukan tadi pagi oleh nelayan. Saat ini sudah dievakuasi dan diberangkatkan ke RSUD Blambangan untuk identifikasi,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Kamis (10/7).
Dengan ditemukannya satu jenazah, total korban yang sudah ditemukan sebanyak 43 orang. Rinciannya 30 orang ditemukan selamat, dan 13 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jumlah korban dalam pencarian berjumlah 23 orang. (mpa/mer/zae)
Pencarian Korban Terkendala Cuaca
JENAZAH Surata Dinanti Sang Istri & Keluarga, Korban KMP Tunu Ikuti Mulang Pakelem di Selat Bali |
![]() |
---|
JASAD Suaminya Belum Ketemu, Wiardani Tak Tenang, Korban Ikuti Ritual Mulang Pakelem di Selat Bali |
![]() |
---|
3 Sulinggih Muput Ritual Mulang Pakelem di Selat Bali, Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya! |
![]() |
---|
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Jauh Dari Kabel Bawah Laut, PLN Jamin Kelistrikan Di Bali Aman |
![]() |
---|
PLN Jamin Kelistrikan di Bali Aman, KNKT Sebut KMP Tunu Bawa Muatan 3Kali Lipat dari Batas Kemampuan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.