bisnis
BONGKAR Modus Beras Premium Abal-abal Harga Mahal, Total Kerugian Capai Rp 10 Triliun
Untuk meredam harga di beberapa wilayah, Bulog berkomitmen untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan.
Sementara itu, Kadiv Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Bulog, Muhammad Wawan Hindayanto memastikan bahwa Perum Bulog terus memantau perkembangan harga beras di pasar.
Wawan mengakui bahwa masih ada kenaikan harga di beberapa lokasi. Namun menurutnya hal itu bukan karena kekurangan pasokan beras melainkan karena harga kemasan yang mengalami lonjakan tajam. “Kendalanya di kemasan, untuk stok kami punya tapi terkendala dengan kemasan,” lanjutnya.
Mengantisipasi hal ini, Bulog menyebut akan menggunakan kemasan lama yang tersisa untuk program PSO (Public Service Obligation) atau beras subsidi. Selain itu, Bulog juga kembali melakukan lelang ulang pengadaan kemasan untuk memenuhi program bantuan pangan beras SPHP dan Minyakita.
“Kami sudah lelang dua kali, itu gagal karena ada kondisi Selat Hormuz mengakibatkan harga bijih plastik naik tinggi sehingga belum ada produsen yang berani memasukkan penawarannya,” jelas Wawan.
Untuk meredam harga di beberapa wilayah, Bulog berkomitmen untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan. “Harapannya untuk mengurai permintaan beras maupun minyak goreng di pasar,” ungkap Wawan. (ali)
Stok Beras Tembus Rekor 5 Juta Ton
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus 5.000.198 ton per 23 April 2026. Capaian ini menjadi sinyal kuat keberhasilan penguatan produksi dalam negeri sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk tidak melakukan impor beras sejak 2025 dan berlanjut hingga 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Hari ini kita umumkan beras 5.000.198 ton. Ini berkat kerja keras kita semua dan ini berkontribusi pada rakyat Indonesia juga berkontribusi pada dunia,” ujar Amran saat meninjau gudang filial Perum Bulog di Karawang, seperti dilansir kontan.co.id, Minggu (26/4).
Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa Indonesia kini berbalik arah dari negara pengimpor menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri. Sebelumnya, Indonesia sempat mengimpor sekitar 7 juta ton beras dalam periode 2023–2024.
“Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insya Allah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April ini,” katanya.
Keberhasilan swasembada beras ditopang oleh produksi nasional yang solid. Sepanjang 2025, produksi beras Indonesia mencapai 34,69 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik sebesar 31,16 juta ton.
Kinerja sektor pertanian ini juga tercermin dalam peningkatan kesejahteraan petani. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan konsisten berada di atas 120 sejak pertengahan 2024. Bahkan, NTP mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026—level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Selain itu, indeks harga yang diterima petani padi juga menunjukkan tren positif, bertahan di atas 130 dan mencapai 144,52 pada Maret 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah menilai capaian stok beras yang tinggi dan keberhasilan menekan impor menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan. Di saat yang sama, Indonesia juga berpotensi memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan global. (ali)
| WADUH, Biaya Produksi Otomotif Naik, Terdampak Nilai Tukar Rupiah |
|
|---|
| Siasat Amankan Rantai Distribusi Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global |
|
|---|
| Dirut Utama BSI Beri Bibit Pohon Anthurium Kepada Nasabah di Bali, Ini Pesan yang Disampaikannya! |
|
|---|
| KHAWATIR Pelanggan Kabur, Pedagang Pilih Untung Tipis Usai Harga Plastik Naik! |
|
|---|
| PLN EPI Hadapi Bangun Ekosistem Biomassa agar Lebih Banyak Masuk ke Pembangkit Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Satgas-Saber-Pangan-Provinsi-Bali-sidak-di-pasar-tradisonal-distributor-hingga-ritel-modern.jpg)