Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Kisah Pilu Pemuda dari Ringdikit Patah Kaki Ditabrak Pajero, Terpaksa Naik Kolbak ke RSUD Buleleng

Nelangsa dialami Putu Putra Sastrawan. Pemuda 18 tahun ini mengalami kecelakaan hingga menyebabkan dua kakinya

Tayang:
Istimewa
Pakai kolbak - Putra saat dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan mobil kolbak. Selasa (9/12/2025) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nelangsa dialami Putu Putra Sastrawan. Pemuda 18 tahun ini mengalami kecelakaan hingga menyebabkan dua kakinya mengalami patah tulang. 

Insiden ini terjadi pada Jumat, 28 November 2025. Putra yang bekerja di salah satu koperasi di wilayah Kabupaten Gianyar, hendak pulang ke rumahnya di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt.

Sebab keesokan harinya, ia akan melaksanakan persembahyangan hari raya Kuningan.

Baca juga: Akibat Rem Blong, Mobil Brio Terperosok ke Rumah Warga di Buleleng

Saat itu, Putra berjalan beriringan dengan temannya melintasi jalur Denpasar - Singaraja.

Sesampainya di wilayah Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan sepeda motor yang dikemudikan Putra terpeleset hingga membuatnya jatuh. 

"Dari arah berlawanan datang mobil Pajero yang dikendarai mahasiswa asal Bondalem, Kecamatan Kubutambahan. Mobil itu sempat menghindar, namun tetap mengenai bagian paha.

Akibatnya Putra mengalami patah tulang paha dan tulang ekornya bergeser," sebut kerabat Putu Putra bernama Kadek Adi Mahaputra. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Pascakejadian, mobil tersebut sempat bertanggungjawab membawa Putra ke rumah sakit di wilayah Baturiti.

Putra selanjutnya menjalani operasi pertama pada kaki kanan tanggal 29 November di rumah sakit wilayah Baturiti.

Kasus ini tidak dilaporkan ke kepolisian. Sebab ayah Putra yang panik anaknya mengalami kecelakaan, hanya berpikir agar Putra segera mendapat penanganan.

"Kasus ini selanjutnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun cukup disesalkan tidak ada pertanggungjawaban lebih lanjut dari penabrak," ucapnya. 

Pascamenjalani operasi pada 29 November 2025, Putra dijadwalkan menjalani operasi lanjutan yakni pada kaki kiri tanggal 9 Desember 2025.

Operasi tersebut berlangsung di RSUD Buleleng. 

Baca juga: Bangunan Direhab, Siswa SDN di Buleleng Bali Ini Belajar di Kelas Darurat 

Namun dalam perjalanan ke RSUD Buleleng, Putra justru diantar menggunakan mobil bak terbuka/kolbak.

Yang mana tidak cocok, atau tidak sesuai peruntukannya. Video tersebut pun viral di media sosial. 

Mengenai hal ini, Kadek Adi menjelaskan jika ia sebelumnya sudah menyarankan agar meminjam mobil ambulans di puskesmas.

Sebab tidak memungkinkan Putra dibawa dengan mobil penumpang, mengingat dua kakinya patah. 

"Ayahnya sudah bicara ke pihak Puskesmas Seririt 3, tapi tidak ditanggapi. Alasan dari Puskesmas takutnya ada emergency pasien lain.

Sedangkan ini sudah pasti ada pasien emergency yang membutuhkan," ucapnya. 

Karena tidak boleh pinjam ambulans, akhirnya keluarga memutuskan pinjam mobil kolbak milik tetangga.

Kemudian mengantar Putra ke RSUD Buleleng pada Selasa (9/12). 

"Kami tidak tahu kemana harus menghubungi untuk peminjaman ambulans. Selain itu ada juga Buleleng Social Community (BSC), tapi saya juga tidak tahu kontaknya," ucap dia. 

Saat ini Putra masih menjalani masa observasi pascaoperasi di RSUD Buleleng.

Pihak dokter menyebut Putra boleh pulang setelah dua hari kemudian. "Informasi dari dokter mungkin lagi dua hari baru boleh pulang. Karena sekarang panasnya naik turun," imbuhnya. (mer)

Baca juga: Kejari Buleleng Hentikan Penyelidikan, Dugaan Penyimpangan di Perumda Pasar

Tidak Sesuai SOP 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, dr. Sucipto telah memanggil kepala Puskesmas Seririt 3 untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi.

Berdasarkan hasil telusur lapangan, terungkap peminjaman mobil ambulans tidak bisa dapat diberikan karena proses peminjaman tidak sesuai SOP yang berlaku. 

dr. Sucipto menjelaskan kronologis peristiwa tersebut, yang mulanya terjadi pada 30 November 2025, dengan tujuan meminjam tandu.

Kemudian pada 5 Desember 2025 keluarga pasien datang lagi ke puskesmas untuk meminta rujukan terkait proses perawatan. 

"Yang bersangkutan awalnya operasi di RS Semara Ratih Tabanan, karena kejadiannya itu di Luwus.

Keluarga pasien minta rujukan pos operasi ke RS Semara Ratih, namun kita di sistem tidak bisa merujuk ke luar daerah. Jadi disarankan rujukan ke RSUD," jelasnya. 

Selanjutnya pada tanggal 9 Desember 2025, ayah Putra datang ke puskesmas untuk meminjam ambulans.

Namun pihak puskesmas tidak memberikan pinjaman karena tidak sesuai SOP yang berlaku. 

dr. Sucipto menjelaskan, sesuai SOP pasien yang dirujuk harusnya mendapatkan pemeriksaan di puskesmas, kemudian termasuk kasus gawat darurat (emergency) dan perlu perawatan lebih lanjut apabila puskesmas tidak bisa menangani.

Rujukan pun dilakukan oleh puskesmas dengan ambulans yang dikemudikan sopir puskesmas didampingi perawat. 

Sedangkan Putra, termasuk pasien rawat jalan.

Baca juga: SMPN 6 Tejakula Buleleng Hanya Punya 3 Ruang Kelas, Proses Belajar Pinjam Ruang Kelas SDN 3 Les

Sehingga tidak termasuk pasien emergency. Operasi yang dilakukan untuk melanjutkan terapi/operasi yang sebelumnya sudah dilakukan di RS Semara Ratih. 

"Sebagai pemahaman juga untuk masyarakat, berdasarkan SOP tidak ada istilah peminjaman ambulans.

Artinya, ambulans digunakan hanya dalam indikasi setelah dirawat di puskesmas kemudian membutuhkan rawat tingkat lanjut. Misalnya rumah sakit tipe D, tipe C, ataupun yang lebih tinggi," jelasnya. 

Kendati demikian, pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi. Ia juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng

"Mengenai kasus ini kami memohon maaf. Kasus ini sebagai kritik dan masukan bagi kami, untuk meningkatkan pelayanan dan juga memberikan edukasi pada masyarakat. Ke depan, kami akan menyiapkan petugas di rumah sakit dan puskesmas, untuk memberikan informasi yang benar pada masyarakat. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved