Berita Buleleng
AKSI Protes Demo Damai Warnai Pemilihan Ketua MDA di Buleleng, Ada Apa? Simak Beritanya
Ini karena salah satu calon, yakni I Nyoman Westha dinilai punya citra buruk, sehingga tidak cocok menjadi calon pengurus.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemilihan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) tahun 2025-2030 di Kabupaten Buleleng pada Jumat (12/12/2025), diwarnai aksi protes dari perwakilan Desa Adat Banyuasri.
Ini karena salah satu calon, yakni I Nyoman Westha dinilai punya citra buruk, sehingga tidak cocok menjadi calon pengurus.
Pantauan Tribun-Bali.com, sejumlah perwakilan krama Desa Adat Banyuasri terlihat membentangkan sejumlah spanduk di depan Gedung Wanita Laksmi Graha, tempat dilaksanakannya acara.
Salah satunya bertuliskan "Di Desa sube sing kanggo, di Kecamatan mecolek pamor, yen kanti payu ngejengit di Kabupaten ulian ape adane semeton?"
Salah satu perwakilan Krama Desa Adat Banyuasri, Gede Surya mengungkapkan Spanduk tersebut berisi tuntutan transparansi, yang ditujukan kepada Majelis Desa Adat (MDA) Bali, selaku panitia pemilihan (ngadegang) Bendesa Madya di Kabupaten Buleleng. Krama menolak salah satu calon, yakni Nyoman Westha.
Alasan penolakan tersebut, lantaran Nyoman Westha dinilai punya citra buruk sebagai Krama Desa Adat Banyuasri dan saat menjadi penyarikan di MDA. Bahkan untuk sembahyang ke Kahyangan Tiga juga tidak pernah.
Baca juga: BANJIR Melanda Manggis! Warga Minta Pembangunan Tanggul Sepanjang Aliran Tukad Betel untuk Atasi Air
Baca juga: KOSTER Pastikan Penutupan TPA Suwung Tidak Ditunda! Sebut Denpasar & Badung Sudah Harus Siap!
"Untuk nyakupang lima (sembahyang) saja ke kahyangan tiga tidak pernah. Apakah yang begini yang akan didudukkan sebagai Bendesa Madya? Desa lain mungkin tidak bisa menilai karakternya, tapi kami di Banyuasri bisa," ungkapnya.
Diketahui, ada lima calon Bendesa Madya. Diantaranya I Nyoman Westha, Ketut Indrayasa, Nyoman Darma Wartha, Gede Arsa Wijaya, dan Made Ardirat. Ketegangan sempat terjadi saat lima calon tersebut dikenalkan dalam proses paruman.
Sejumlah undangan meminta agar proses paruman ditunda, serta MDA Bali meninjau ulang calon. Namun pada akhirnya keputusan tidak berubah. I Nyoman Westha bahkan ditetapkan sebagai Bendesa Madya terpilih periode 2025-2030.
Sementara Pimpinan Sidang Paruman Madya MDA Bali di Kabupaten Buleleng, Made Wena mengungkapkan jika apa yang dilakukan Krama Banyuasri bukan bentuk penolakan. Menurutnya, pada prinsipnya krama Banyuasri hanya bertanya mengenai proses pencalonan.
"Sudah kami jelaskan, Paruman Madya ini bukan proses yang berlangsung satu hari. Prosesnya sudah berlangsung dari bulan Oktober. Bagaimana kami melakukan sosialisasi kepada bendesa adat se-Bali hingga proses penjaringan," jelasnya.
Dalam proses penjaringan melahirkan delapan bakal calon, yang selanjutnya ditetapkan menjadi lima calon. Mekanisme pengerucutan bakal calon pun sudah sesuai aturan.
"Itu ada penilaian dari 11 pakar kita di provinsi melakukan wawancara. Namun wawancara itu bukan berupa tes. Yang digali adalah rekam jejak kinerja hingga komitmen ke depan hingga akhirnya diputuskan 5 orang calon oleh MDA provinsi," jelasnya.
Lima calon ini diberikan kebebasan untuk diskusi memilih siapa Ketua, petajuh dua orang, penyarikan, dan patengen. "Yang memilih ya lima orang ini. Karena sifatnya kolektif kolegial," ucapnya.
Hargai Perbedaan Pendapat
Ditemui usai Sidang Paruman Madya, Nyoman Westha menyebut protes yang dilakukan undangan saat acara berlangsung, bukanlah bentuk penolakan. Menurutnya itu merupakan bentuk demokrasi.
| SAPI Terjun ke Sumur Dikira Hilang Oleh Pemiliknya di Desa Banyupoh, Evakuasi Tim TRC Berhasil |
|
|---|
| Baru Saja Dibeli, Dikira Hilang, Sapi Milik Warga di Buleleng Ternyata Masuk Sumur Sempit |
|
|---|
| Kebutuhan 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa di Sukasada Buleleng |
|
|---|
| PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi! |
|
|---|
| Pohon Ancak Tumbang di Halaman Kantor Camat Kubutambahan, Sempat Timpa Atap Bangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/demo-MDA-di-Buyleeng.jpg)