LSD di Bali

Tiga Sapi LSD di Buleleng Sembuh, Distan Batal Terapkan Lockdown

Tiga sapi di Buleleng yang positif mengalami Lumpy Skin Disease (LSD), dikabarkan telah sembuh. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun batal lockdown

Istimewa
MEMBAIK - Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat saat memantau kondisi sapi yang sebelumnya positif LSD. Sapi tersebut telah menujukan kondisi membaik pasca dilakukan pengobatan. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Tiga sapi di Buleleng yang positif mengalami Lumpy Skin Disease (LSD), dikabarkan telah sembuh.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun batal mengambil opsi lockdown terhadap dua desa di wilayah Kecamatan Gerokgak. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, Gede Melandrat.

Dikatakan dia, pasca terindikasi positif LSD pihaknya langsung melakukan langkah pengobatan. 

Baca juga: Jembrana Bali Terima Laporan 22 Ekor Sapi Suspek LSD, Petugas Ambil Sampel, Peternak Diminta Tenang

Salah satunya dengan melakukan penyemprotan obat berbahan Deltamethrin. 

"Obat tersebut direkomendasikan oleh dokter hewan. Cara aplikasinya dicampur dengan air, kemudian disemprotkan pada kandang dan sapi. Obat ini untuk membasmi lalat dan termasuk nyamuk. Sehingga sapi mampu istirahat dengan baik nyaman," ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Baca juga: PASCA Temuan 2 Sapi Diduga Terjangkit LSD, 25 Sapi di Gerokgak Buleleng Diambil Sampelnya!

Selain pengobatan, pihaknya juga menyarankan peternak melakukan pengasapan kandang. Sebab masih musim penghujan sehingga banyak nyamuk. 

Dengan gejala yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, alhasil opsi lockdown pada Desa Pejarakan dan Desa Sumberkelampok akhirnya batal. Walau demikian, Melandrat tetap akan melakukan pertemuan dengan perbekel dari dua desa itu di kantor camat. 

Baca juga: MESKI Belum Ada Temuan LSD di Badung, Namun Jual-Beli Sapi di Pasar Hewan Beringkit Diawasi Ketat!

"Tujuannya untuk bicara distribusi agar sementara tidak ada mendatangkan sapi dari luar desa, ataupun menjual sapi ke luar desa. Sehingga penyakit LSD tidak meluas," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, penyakit LSD ditemukan di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak. Dua Sapi anakan yang dibeli secara online, menunjukkan gejala LSD.

Pihak dinas bergerak cepat melakukan uji sampel, hingga dinyatakan positif LSD. 

Baca juga: HARAP Lockdown Sapi Tak Sampai 6 Bulan, Anggota DPRD Bali Minta Kasus Penyakit LSD Segera Tuntas!

Menindaklanjuti hal ini, Distan Buleleng kemudian melakukan tracing terhadap 25 sapi yang ada di sekitar.

Sampai akhirnya kembali ditemukan satu ekor sapi lagi di wilayah Desa Pejarakan yang positif LSD. (*)

 

 

Berita lainnya di LSD di Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved