Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

DISUNTIK Vaksin Polio dan Meningitis, Jadi Syarat Mutlak 109 Calon Haji Sebelum ke Tanah Suci

Vaksin meningitis telah menjadi kewajiban rutin setiap tahun, sementara vaksin polio mulai diberlakukan sejak tahun lalu.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
VAKSIN - Calon jemaah haji Buleleng saat disuntik vaksin polio dan meningitis. Vaksinasi menjadi syarat wajib calon jemaah yang akan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.  

TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 109 calon jemaah haji asal Buleleng disuntik vaksin polio dan meningitis, Selasa (14/4). Vaksinasi ini menjadi syarat sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Sejak pukul 08.00 Wita, para jamaah mulai berdatangan ke Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng. Silih berganti, jemaah dipanggil petugas kesehatan untuk disuntik vaksin.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, menegaskan syarat vaksin tercantum dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Sehingga menjadi syarat utama bagi jemaah yang akan melakukan keberangkatan ke Arab Saudi.

Baca juga: PENCARIAN Antari 3 Minggu Tanpa Kabar, Gadis Asal Kusamba Dilaporkan Hilang oleh Keluarga

Baca juga: MULAI Siapkan Pedoman SPMB 2026, Disdikpora Lakukan Penyesuaian Kuota Masing-masing Sekolah

"Data vaksin itu langsung terbaca di Siskohatkes dan bisa dicek oleh pihak kedutaan. Sehingga kalau tidak vaksin, jemaah tidak bisa masuk (ke Arab Saudi, red)," ujarnya, Selasa (14/4). 

Vaksin meningitis telah menjadi kewajiban rutin setiap tahun, sementara vaksin polio mulai diberlakukan sejak tahun lalu. Pelaksanaan vaksinasi melibatkan Dinas Kesehatan, fasilitas puskesmas, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan di wilayah Buleleng.

Selain vaksinasi, jemaah juga harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan (istitha’ah). Pemeriksaan dimulai dari puskesmas, dilanjutkan tes kemandirian dan demensia, hingga medical check-up (MCU) di rumah sakit.

"Jemaah harus dinyatakan sehat dulu. Setelah dinyatakan layak, barulah jemaah dapat melunasi biaya haji, mengurus dokumen seperti paspor dan visa, hingga mengikuti manasik. Vaksinasi menjadi tahapan akhir sebelum keberangkatan," jelas Agus.

Awalnya, ada 111 jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2026 ini. Namun dua di antaranya mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dengan demikian, hanya 109 jemaah yang berangkat ke tanah suci, di mana 60 persennya merupakan perempuan. Dari total jemaah, sebanyak 24 orang merupakan lansia berusia di atas 65 tahun.

Meski secara umum dinyatakan mampu, sebagian jemaah Buleleng tetap membutuhkan pendampingan. Baik pendampingan orang, obat maupun alat. 

"Sekitar 30 jemaah diperkirakan membutuhkan kursi roda. Sebenarnya mereka mampu jalan. Namun ketika di Arab Saudi itu perjalanannya cukup jauh dan memerlukan mobilitas yang tinggi, sehingga memerlukan kursi roda," katanya. 

Selain pendamping dari keluarga, ketua rombongan, dan ketua kloter, pihak kementerian juga menyiapkan petugas khusus untuk lansia selama pelaksanaan haji. (mer)

8 Mei Berangkat

Calon jemaah haji asal Buleleng dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Jumat (8/5) pukul 16.00 Wita. Penjemputan jemaah akan dilakukan di sejumlah titik sesuai wilayah asal.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, Selasa (14/4), mengungkapkan, untuk jemaah asal Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Tejakula, titik kumpul dipusatkan di Masjid Agung Jami’. Keberangkatan jemaah dari lokasi ini akan dilepas langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.

Sementara itu, jemaah dari Kecamatan Seririt akan berkumpul di Masjid Taufiq Minallah. Untuk wilayah barat, penjemputan dilakukan di tiga titik, yakni Desa Patas, Gondol, dan Sumberklampok. "Dari seluruh titik tersebut, jemaah selanjutnya diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya," jelas Agus.

Setibanya di Surabaya pada 9 Mei, jemaah akan menjalani satu hari pembekalan sebelum terbang ke Arab Saudi pada 10 Mei. Masa ibadah haji diperkirakan berlangsung sekitar 41 hari, yakni hingga 19 Juni 2026

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved