Seputar Bali
Bersandar Pada Warisan Kolonial, Target Ekonomi Wisata Kebugaran di Bali Terganjal Sertifikasi UMKM
Ambisi Pemerintah Pusat untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional 8% melalui sektor pariwisata kebugaran (wellness tourism) menghadapi tantangan berat
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ngurah Adi Kusuma
"Di situlah kami masuk, yang enggak bankable pun kita ajak kerja sama lewat berbagai skema berkelanjutan seperti PNM untuk yang sangat mikro, lalu KUR, hingga program AKUR (Alumni KUR) agar mereka bisa dilepas dari subsidi dan mandiri berdiri sendiri," jelas Hery.
Dari perspektif medis dan regulasi kewilayahan, Ketua Bali Medical Tourism Association, dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., menekankan pentingnya integrasi antara kesehatan formal dengan industri kebugaran tradisional.
Berpayung hukum di bawah Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pariwisata dan Menteri Kesehatan, Bali kini tengah didorong untuk mengembangkan klaster baru, yakni Medical Wellness Tourism.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa perlindungan medis bagi wisatawan berjalan selaras dengan komersialisasi industri kebugaran lokal yang sedang digenjot.
Melalui pelaksanaan BWB Expo 2026, urgensi pembenahan regulasi, lompatan investasi lintas sektor, serta pembersihan hambatan birokrasi sertifikasi produk lokal mendesak untuk segera dieksekusi.
Tanpa langkah konkret tersebut, target ambisius menjadikan Indonesia sebagai produsen inovasi dan pusat pengembangan ekonomi kebugaran dunia hanya akan menempatkan Bali sebagai penonton di tengah eksploitasi pasar global.
Hal ini ditegaskan, Co-Founder dan Managing Director Bali Wellness and Beauty Expo, Dr. Diah Permana menyampaikan bahwa Indonesia memiliki seluruh modal yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat wellness dunia.
“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, warisan budaya dan tradisi kesehatan yang telah hidup selama berabad-abad, serta jutaan pelaku UMKM yang kreatif dan inovatif," kata dia.
Menurut Diah, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri wellness dunia. Sudah saatnya Indonesia mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen inovasi, pusat pengembangan wellness, serta destinasi yang mampu menginspirasi dunia melalui kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki.
"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun Wellness Economy yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jabarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Plenary-Session-Building-Indonesias-Wellness-Economy-di-The-Meru-Sanur-Denpasar-Bali1.jpg)