Berita Gianyar
Bupati Mahayastra Lapor ke DPRD, Kemiskinan dan Pengangguran Telah Menurun
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Gianyar, Selasa 10 Maret 2026. LKPJ ini menunjukkan tren positif, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gianyar mencapai 80,96, meningkat dari 80,23 pada 2024.
"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Gianyar," kata Mahayastra.
Mahayastra juga mengungkap Kabupaten Gianyar pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Mulai dari IPM, pada tahun 2025 mencapai 80,96, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 80,23, dan masuk dalam kategori IPM sangat tinggi. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan IPM Provinsi Bali sebesar 79,37 dan nasional 75,90.
Baca juga: PALEBON Ida Bhagawan Blebar Gianyar, Prananda Prabowo, Gubernur Koster hingga Bupati Se-Bali Hadir
“Tingkat kemiskinan di Kabupaten Gianyar juga mengalami penurunan menjadi 3,71 persen pada tahun 2025 dari 4,00 persen pada tahun 2024, serta lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional sebesar 8,25 persen."
"Sementara itu, tingkat pengangguran juga menurun dari 1,98 persen pada tahun 2024 menjadi 1,55 persen pada tahun 2025 atau sekitar 5.036 orang,” paparnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Gianyar mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,89 persen pada tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,47 persen.
Baca juga: MIRIS, Laboratorium Mephedrone Pertama di Indonesia Ada di Gianyar Bali, Dikendalikan Dua WNA Rusia!
Dengan nilai tersebut, pertumbuhan ekonomi Gianyar telah di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali sebesar 5,82 persen serta nasional sebesar 5,11 persen.
Indeks Gini yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan juga menunjukkan perbaikan, turun dari 0,29 pada tahun 2024 menjadi 0,275 pada tahun 2025, yang tergolong ketimpangan rendah.
Pada sektor keuangan daerah, pendapatan daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2025 dirancang sebesar Rp 3,2triliun, dengan realisasi mencapai Rp3,1 triliun atau 96,65 persen dari target.
"Realisasi tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,9 triliun atau 98,63 persen dari target serta pendapatan transfer sebesar Rp 608 miliar lebih. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp3,3 triliun atau 77,46 persen dari rencana sebesar Rp4,2 triliun."
Baca juga: DUGA Laboratorium Narkotika, Vila WNA Rusia di Gianyar Digerebek BNN, NA Diamankan Tanpa Perlawanan
"Pada sisi pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp324 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp175 miliar lebih,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Mahayastra juga memaparkan capaian berbagai sektor pembangunan. Pada bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah meningkat dari 9,84 tahun pada 2024 menjadi 9,93 tahun pada 2025, sementara angka harapan lama sekolah mencapai 14,12 tahun.
Di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat meningkat menjadi 76,14 tahun.
Capaian pembangunan juga terlihat pada sektor ketahanan pangan dengan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB mencapai 11,35 persen, peningkatan produksi kelautan dan perikanan 3,9 persen, serta cadangan pangan 164,98 persen.
"Indeks Kualitas Lingkungan Hidup juga meningkat menjadi 71,67 dari sebelumnya 68,95," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemkab-Gianyar-bersama-DPRD-Gianyar-Bali-menggelar-sidang-paripurna-58.jpg)