Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

LSD di Bali

LSD Berpotensi Sebabkan Harga Ternak Anjlok, 28 Ekor Sapi Terjangkit LSD, 4 Ekor Mati di Jembrana

Pencegahan dan pengawasan ternak sapi dan kerbau di Jembrana perlu diintensifkan. Hal ini menyusul adanya 28 ekor ternak sapi warga

Tayang:
Tidak Ada
DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan pada sapi di Jembrana 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pencegahan dan pengawasan ternak sapi dan kerbau di Jembrana perlu diintensifkan.

Hal ini menyusul adanya 28 ekor ternak sapi warga yang teridentifikasi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Jika tak ditangani dengan serius dan penyakitnya merebak luas, kemungkinan besar harga sapi dan kerbau bakal anjlok.

Akhir pekan ini, Pemkab Jembrana bakal membahas hal ini dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

Baca juga: Penyakit Kulit Jadi Ancaman Peternak Sapi, Disperpa Badung Ingatkan Disiplin Vaksinasi

"Astungkara kita upayakan tangani dengan maksimal (penyakit LSD). Saat ini, belum mempengaruhi harga ternak kita dan masih stabil, semoga saja kondisinya tidak menyebar lagi," kata Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Kamis 15 Januari 2026. 

Dia mengakui, isolasi ternak atau Lockdown lima desa dan satu kelurahan menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit kulit bentol pada sapi tersebut.

Baca juga: KASUS LSD Sebabkan 6 Desa Lockdown, 28 Ekor Sapi di Jembrana Kena, 4 Ekor Sapi Mati, Simak Beritanya

Di sisi lain, peternak juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan kandang serta lakukan penyemprotan insektisida dan desinfektan sebagai upaya kontrol vektor seperti nyamuk dan lalat.

"Karena kemarin vektor nyamuk dan lalat diduga menyebarkan virus ini. Penyemprotan insektisida dan desinfektan harus rutin dilakukan. Untuk isolasi ternak kita fokuskan dulu di enam desa/kelurahan tersebut," ujarnya. 

Bagaimana dengan pemotongan bersyarat dan vaksinasi LSD?

Sugiarta mengakui pemotongan bersyarat sudah dilakukan terhadap lima ekor sapi.

Baca juga: Enam Desa di Jembrana Lakukan Lockdown, Dampak Sapi Terjangkit Penyakit LSD

Dan ini akan dilakukan secara bertahap agar tidak sampai merugikan peternak.

Kemudian untuk vaksinasi, rencananya pihak Pemkab Jembrana bakal membahas soal LSD dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Sabtu 17 Januari 2026 mendatang. 

"Sabtu depan kita bakal rapat dengan Pak Dirjen terkait hal ini. Mengenai langkah penanganan hingga vaksinasi LSD akan diputuskan setelah pembahasan nanti," tandasnya.

Baca juga: Fakta Penemuan Bayi Laki-laki di Belakang Kandang Sapi di Badung, Sosok Ibu Pembuang Bayi Terungkap

Untuk diketahui, lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Negara dan Melaya terpaksa ditetapkan Lockdown ternak sapi sebagai upaya pencegahan penularan LSD.

Sebab dari wilayah tersebut sudah ditemukan 28 ekor terjangkit penyakit kulit bentol dan empat di antaranya mati.

Kemudian lima ekor lainnya dilakukan pemotongan bersyarat serta ganti rugi ke peternak, Rabu 14 Januari 2026 kemarin. (*)

 

 

Berita lainnya di Sapi Mati

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved