Kapolresta Denpasar Tanggapi Kritik Soal Pertontonkan 23 Tersangka Narkoba di CFD

Kombes Pol Ruddi Setiawan merespons surat terbuka yang dilayangkan Forum Rehabilitasi Napza terkait press release kasus narkoba di depan umum

Kapolresta Denpasar Tanggapi Kritik Soal Pertontonkan 23 Tersangka Narkoba di CFD
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar menanggapi surat terbuka yang dikirim Forum Rehabilitasi Napza, usai melaksanakan giat sweeping di Lapas Kelas IIA Kerobokan pada Jumat (2/3/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan merespons surat terbuka yang dilayangkan Forum Rehabilitasi Napza terkait press release kasus narkoba yang dilakukan di depan umum.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan kepada awak media usai giat penggeledahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, mempertontonkan tersangka narkoba dalam press release tersebut untuk mengurangi angka kriminalitas kasus narkoba di Bali.

"Saya sebagai Kapolresta merasa bahwa saya melihat kriminalitas untuk kasus narkoba sangat meningkat. Oleh sebab itu saya mempunyai kebijakan, tidak hanya pidana yang harus saya diterapkan kepada para pelaku baik bandar maupun kurir narkoba itu, tapi kami kenakan sanksi sosial juga," ujarnya.

Baca: Razia Lapas Kerobokan Temukan Bong Hingga Benda Tak Biasa Ini, Begini Komentar Kemenkumham Bali

Baca: 7 Hotel Murah Dekat Tanah Lot, Lokasi Strategis & Tarif Mulai Rp 150 Ribu

Kombes Pol Ruddi Setiawan juga menjelaskan, setelah adanya press release di depan Patung Anti Premanisme dan Narkotika tersebut, pihaknya melihat angka kriminalitas kasus narkoba menurun, tercatat dari 60 persen kasus yang terjadi turun hingga 37 persen.

"Ternyata dengan apa yang kami lakukan, Polresta Denpasar merilis di depan patung itu, angka kriminalitas kasus narkoba sangat menurun," ungkapnya.

"Dari data kami, dari 60 persen kasus itu sudah berkurang menjadi 37 persen. Ini luar biasa," lanjutnya Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Baca: Cocok untuk Backpacker! Ini 6 Tips Liburan Murah di Bali, Pilih Paket Liburan & Promo Tiket

Baca: Memahami Sejarah dan Makna Tradisi Perayaan Hari Raya Nyepi

Selain itu, dari keterangan para tersangka baik bandar maupun kurir narkoba tersebut mengaku malu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Para tersangka bandar narkoba dan kurir itu kami tanya dia merasa, 'Pak saya merasa sangat malu sekali, saya tidak akan berbuat ini lagi. Saya malu pak dipertontonkan begini. Kami tidak akan berbuat lagi pak,'. Jadi para tersangka mengatakan begitu dan antusias masyarakat pada pagi hari itu sangat luar biasa," paparnya.

Diungkapkan, respons masyarakat soal press release tersebut baik, karena menambah wawasan mereka soal barang bukti narkoba.

Baca: Festival Ogoh-Ogoh yang Digelar ST Yuda Asmara Tekankan Peserta untuk Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Baca: Video Nurbaeny Jannah Menjawab Tudingan Istri Simpanan Hotman Paris, Mencuat Istilah Mendarah Daging

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved