Disepakati Rp 2,6 Juta, UMK Tabanan 2020 Diusulkan Naik Rp 205.885

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tabanan tahun 2020 diusulkan menjadi sebesar Rp 2.625.216, atau naik sebesar Rp 205.885 (8.51 persen) dari tahun 2019

Disepakati Rp 2,6 Juta, UMK Tabanan 2020 Diusulkan Naik Rp 205.885
NET
Ilustrasi uang - Disepakati Rp 2,6 Juta, UMK Tabanan 2020 Diusulkan Naik Rp 205.885 

Disepakati Rp 2,6 Juta, UMK Tabanan 2020 Diusulkan Naik Rp 205.885

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja RI tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019 sebesar 5.12 persen, dan mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tabanan tahun 2020 diusulkan menjadi sebesar Rp 2.625.216, atau naik sebesar Rp 205.885 (8.51 persen) dari tahun 2019 yang menetapkan Rp 2.419.331.

Kenaikan upah minimum kabupaten ini berdasarkan kesepakatan dari hasil rapat Tim Pengkajian dan Pembahasan UMK Tabanan pada 24 Oktober 2019 lalu.

Hasil tersebut menyepakati menetapkan rencana usulan UMK Tabanan 2020 naik 8,51 persen dari tahun 2019 sesuai dengan formula PP 78 Tahun 2015.

3.532 Formasi CPNS Lulusan SLTA, Ada untuk Jabatan Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana

Seperti Karangasem, Banyak Perusahaan Belum Terapkan UMK, Tahun 2020 UMK Buleleng Rp 2,5 Juta

Tim Dewan Pengupahan ini di antaranya dari unsur pemerintah dan akademisi, juga pengusaha dan unsur pekerja.

“Sudah ada pembahasan dan sepakat untuk menetapkan usulan UMK Tabanan 2020 naik 8,51 persen sesuai formula PP 78 Tahun 2015,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Tabanan, I Putu Santika, Jumat (1/11/2019).

Dia mengatakan, setelah ditetapkan, usulan ini kemudian disampaikan ke Bupati Tabanan sebagai bahan pertimbangan dalam mengajukan rekomendasi rencana usulan penetapan UMK Tabanan kepada Gubernur Bali.

Dampak Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, Pemprov Bali Hitung Ulang Pembiayaan

Naik Rp 200 Ribu, UMK Jembrana Tahun 2020 Rp 2.557.102

“Hasil ini disampaikan ke Bupati untuk selanjutnya direkomendasikan kepada Gubernur Bali. Dan kami juga menerima informasi paling lambat adalah tanggal 7 November mendatang untuk penyampaian UMK ini,” kata Santika.

Santika melanjutkan, setelah direkomendasikan ke Gubernur Bali oleh pimpinan daerah Tabanan adalah hal ini Bupati, kemudian akan dilakukan penetapan oleh Gubernur Bali.

“Setelah nanti direkomendasikan Bupati, baru akan disetujui dan ditetapkan oleh Gubernur,” tandasnya.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved