Apakah Masker Bedah Dapat Digunakan untuk Mencegah Penularan Virus Corona?

Sejak wabah virus corona menjadi perhatian dunia, masker bedah atau masker anti polusi ini banyak digunakan masyarakat untuk melindungi diri dari papa

Apakah Masker Bedah Dapat Digunakan untuk Mencegah Penularan Virus Corona?
net
Ilustrasi masker

TRIBUN-BALI.COM - Masker bedah sangat umum digunakan untuk melindungi diri dari polusi udara.

Namun, efektifkah saat dikenakan untuk melindungi dari paparan virus corona?

Melansir BBC Indonesia, Sabtu (25/1/2020), penggunaan masker- masker bedah untuk mencegah penularan suatu penyakit sangat populer di banyak negara di dunia, terutama di China.

Sejak wabah virus corona menjadi perhatian dunia, masker bedah atau masker anti polusi ini banyak digunakan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan virus.

4 Olahraga yang Cocok Bagi Pengidap Depresi, Membantu Mengurangi Pikiran-pikiran yang Memicu Depresi

Pemain Timnas U19 asal Buleleng Bali Ini Bangga Jalani TC & Dilatih Shin Tae-Yong

5 Zodiak Ini Kemungkinan Menikah Paling Akhir, Adakah Zodiakmu?

Para pakar virologi skeptis tentang efektivitas masker-masker bedah tersebut terhadap berbagai virus yang ada di udara.

Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masker-masker ini dapat membantu mencegah penularan dari tangan ke mulut.

Masker-masker bedah ini untuk kali pertamanya diperkenalkan ke berbagai rumah sakit pada akhir abad ke 18, namun tidak langsung diperkenalkan ke publik.

Tertinggi di Kawasan Timur Jawa, BI: Ekonomi Banyuwangi 2019 Tumbuh 5,86 Persen

5 Tips Memilih Menu Makan Siang Sehat di Luar Rumah

Terdengar Bunyi Kulkul dari Area Pura Tangkas Kori Agung Cebulik Karangasem, 10 Pelinggih Terbakar

Sampai akhirnya masker bedah ini diperkenalkan setelah wabah flu melanda Spanyol pada 1919 merebak dan menewaskan lebih dari 50 juta orang.

"Masker-masker bedah yang biasa digunakan masyarakat bukan perlindungan yang efektif terhadap virus atau bakteri yang dibawa di udara," ujar Dr David Carrington dari St George's, Universitas London mengatakan kepada BBC News.

Menurut Carrington, masker tersebut terlalu longgar dan tidak memiliki saringan udara dan tidak melindungi bagian mata.

Kemunculan Raja-raja Kontroversial, Mungkinkah Gejala Halu Atau Gangguan Kepribadian Narsistik?

Eks Intelijen Israel Ungkap Virus Corona Berkaitan dengan Hasil Pengembangan Senjata Biologi China

Cara Menggemukkan Dompet dengan Gaya Hidup Minimalis, Jangan Remehkan Uang Receh

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved