Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

4 Jenis Virus Penyebab Demam Berdarah dan Karakteristiknya, Tidak Semua Ganas

“Tiap daerah di Indonesia punya karakteristik virus dengue. Bagian barat, tengah, dan timur, pada tahun yang sama memiliki karakteristik epidemi yang

Tayang:
AFP / LUIS ROBAYO
Nyamuk Aedes Aegypti yang diduga sebagai vektor virus Zika, difoto pada kulit manusia di laboratorium International Training and Medical Research Training Center (CIDEIM), di Cali, Kolombia, 25 Januari 2016. 

TRIBUN-BALI.COM – Demam Berdarah Dengue tidak disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepti.

Nyamuk dengan warna belang putih dan hitam tersebut merupakan vektor pembawa virus dengue, yang pada dasarnya terdiri dari empat jenis.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dr Tedjo Sasmono, Kepala Unit Penelitian Dengue di Eijkman Institute of Molecular Biology.

“ Virus dengue terdiri dari empat jenis, yaitu virus dengue serotipe-1, serotipe-2, serotipe-3, dan serotipe-4,” tuturnya kepada dilansir dari Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Keempat jenis tersebut, biasa disingkat DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4, hidup di Indonesia.

Akibat Virus Corona, Harga Bawang Putih di Bali Naik Hingga 100 Persen

Omnibus Law Akan Hapus Pesangon Pekerja, Benarkah?

Selain Turunkan Berat Badan dan Obati Alergi, Penelitian Terbaru Ungkap Yogurt Dapat Redakan Depresi

Inilah yang oleh Tedjo sebut sebagai 'hiperendemik'.

Untuk apa kita mengetahui jenis virus dengue?

Tiap daerah memiliki epidemi virus dengue yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, tutur Tedjo, virus dengue pertama kali ditemukan pada 1968.

Jelang Galungan, Sejumlah Piranti Upakara dan Pangan Mulai Alami Kenaikan

Terbaru : Korban Meninggal Akibat Virus Corona Kini Sudah Tembus 1.000 orang

Luput dari Pembahasan, Upah Per Jam Berkaitan Erat dengan Asuransi Pengangguran

Tiap tahun, jenis-jenis virus dengue ini memiliki pola penyebaran sendiri.

“Tiap daerah di Indonesia punya karakteristik virus dengue. Bagian barat, tengah, dan timur, pada tahun yang sama memiliki karakteristik epidemi yang berbeda,” lanjut Tedjo.

Ia mencontohkan pada 2018, jenis virus dengue yang mewabah di Batam adalah DEN-2.

Sementara di Ambon, virus yang mewabah adalah DEN-1.

Ilmu taksonomi menggolongkan setiap serotipe sebagai spesies tersendiri.

Virus Corona Sudah Menyebar di Pusat Finansial, Singapura Terancam Lumpuh

Pemain Than Quang Ninh Miliki Postur Merata, Teco Siapkan Taktikal Service dan Set Piece

Virus dengue berukuran sekitar 50 nanometer (nm) terdiri dari komponen materi genetik/genom virus berupa asam ribonukleat (Ribonucleic Acid/ RNA) untai tunggal sepanjang sekitar 10.700 basa nukleotida.

Keanekaragaman virus dengue ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor.

Termasuk iklim, kekebalan populasi, dan sifat virus dengue yang sangat mudah bermutasi.

Untuk mengantisipasi penyebarannya, perlu dilakukan pemetaan jenis virus dengue yang menjangkit daerah-daerah di Indonesia dari tahun ke tahun.

Karakteristik 4 virus dengue Tedjo menyebutkan, tiap virus dengue memiliki karakteristik yang berbeda.

“DEN-1 punya ciri khas, ketika masuk ke suatu daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya, virusnya sangat cepat menyebar. Namun, tidak menyebabkan penyakit parah meski kasus yang ditimbulkan banyak,” papar Tedjo.

Bagaimana dengan DEN-2 dan DEN-3? Tedjo menyebutkan bahwa kedua jenis ini merupakan jenis yang paling ganas.

Koperindag Jembrana Melakukan Pendataan, Terdapat Ratusan Produsen Arak

Progres Penanganan Banjir Bandang di Bangli Sudah Mencapai 80 Persen

“DEN-2 dan DEN-3 cenderung menyebabkan keparahan penyakit. Kalau kena, tingkat keparahannya tinggi. Hal ini terjadi di Indonesia juga luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, DEN-4 adalah jenis virus yang paling sedikit ditemukan serta tidak ganas.

“DEN-4 paling jarang diteliti, karena paling sedikit jumlahnya di Indonesia dan di luar negeri. Kami (Eijkman Institute) telah melakukan penelitian ke 20 kota di Indonesia, dan DEN-4 paling sedikit jumlahnya. Virusnya cenderung agak silent, tidak masif,” papar Tedjo.

Beda daerah, beda lagi jenis virus yang mayoritas menjangkit masyarakatnya. Pada 2010 di Medan, DEN-3 menjadi jenis virus yang paling masif.

Tahun 2013 di Surabaya, mayoritas warganya terjangkit virus DEN-1.

“Dulu tahun 1970-an, dengue yang paling banyak adalah DEN-2. Begitu terus sampai tahun 1990-an. Tahun 1970-an juga angka kematiannya tertinggi, karena selain virusnya ganas, pengetahuan serta fasilitas tentang DBD di kalangan ahli medis masih minim,” lanjut Tedjo.

Mutasi genetik virus dengue Virus dengue bermutasi dengan sangat cepat. DEN-1 misalnya, paling mudah ditransmisikan (ditularkan) karena sifatnya yang lebih kuat baik pada tubuh nyamuk maupun manusia.

Lain halnya dengan DEN-2.

Virus ini memang ganas, namun ketika suatu virus terlalu ganas, kecenderungannya adalah membunuh orang.

“Ini disebut teori kompensasi. Ketika organisme patogen ingin menyebar dengan cepat, ia tidak boleh ganas. Ketika ganas, orang yang ia infeksi akan terbunuh. Inilah yang menyebabkan shift, alias perubahan pola penyebaran akibat mutasi genetik pada tubuh virus,” papar Tedjo.

Dalam 10 tahun mendatang, lanjut Tedjo, mungkin penyebaran jenis virus dengue akan berbeda dengan masa sekarang.

“DEN-2 atau DEN-3 misalnya, mungkin akan bermutasi untuk mengerem keganasannya sehingga bisa tertransmisi dengan baik (pada tubuh manusia),” tambahnya.

Jenis virus dengue yang beragam dan bermutasi ini menjadi kendala tersendiri bagi perusahaan farmasi untuk menciptakan virus anti-dengue.

“Itulah mengapa vaksin dengue agak sulit (dibuat), karena terdiri dari empat jenis (virus) dan tidak saling menetralisir,” tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Jenis Virus Penyebab Demam Berdarah dan Karakteristiknya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved