Tipu Warga Argentina, 2 Pegawai Money Canger di Ubud Ditahan, Sebulan Beraksi 10 Kali

Sat Reskrim Polres Gianyar mengamankan dua orang pegawai money changer di Jalan Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Bali.

Tipu Warga Argentina, 2 Pegawai Money Canger di Ubud Ditahan, Sebulan Beraksi 10 Kali
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Polres Gianyar menggelar jumpa pers terkait penipuan money changer di Jalan Monkey Forest Ubud, Senin (24/2/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR  – Sat Reskrim Polres Gianyar mengamankan dua orang pegawai money changer di Jalan Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Bali.

Tak hanya itu, tempat penukaran mata uang asing tersebut juga disegel, karena tidak memiliki izin.

Penangkapan dua pegawai ini karena yang bersangkutan melakukan tindak pidana penggelapan, atau mengurangi jumlah uang WNA sebesar Rp 2,9 juta saat menukar uang di sana.

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan, Senin (24/2/2020) mengungkapkan, kedua pelaku adalah, I Komang Darmawan (23) asal Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem dan I Komang Udik Aryawan (19) asal Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Karangasem.

Didampingi Para Ibu, 15 Bocah yang Begal Pengendara Divonis Bersalah, Ada yang Dihukum 1 Tahun

2.400 Ekor Monyet Jadi Bahan Uji Coba Penularan Virus Corona, WHO Beri Keterangan Seperti Ini

Selalu Merosot di Tes Pramusim MotoGP 2020, Valentino Rossi Justru Optimistis Bersama Yamaha

Sementara korbannya, Joaquin Fernan (26) asal Argentina.

“Pelaku kami amankan Sabtu (22/2) pukul 14.30 Wita atau usai kejadian,” ujarnya.

Deni mengatakan, penangkapan ini bermula saat korban bersama temannya datang ke money changer tempat kedua pelaku bekerja.

Di sana, Fernan menukarkan mata uang asing senilai 800 USD. Dalam transaksi tersebut dinilai tukar per dolar disepati Rp 13.725.

FadiL Sausu Akui Ancaman Rumput Artifisial di Piala AFC 2020 Saat Lawan Wakil Kamboja

Bale Piyasan Pura Panti di Tabanan Terbakar Akibat Percikan Api Dupa, Tiga Unit Damkar Dikerahkan

Bulan Kasih Sayang, Sinema Bentara Hadirkan Kisah Romansa Para Kelana

“Total uang yang diterima korban seharusnya Rp 10.980.000. Namun uang yang diterimanya hanya Rp 8.080.000 atau kurang lagi Rp 2,9 juta,” ujar Deni.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Deni, saat pelaku Darmawan menghitung jumlah uang yang akan diserahkan pada korban, pelaku Aryawan mengajak korban mengobrol dengan tujuan mengilangkan konsentrasi korban.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved