Aniaya Anak Pacar hingga Viral di Media Sosial, Ari Mohon Dihukum Ringan

Dalam kasus ini, Ari tega menganiaya korban anak (inisial KWM) dari pacarnya. Peristiwa yang dilakukan Ari ini pun sempat viral di jagat media sosial

Ilustrasi(ISTOCK) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ari Juniawan alias Ari (22) dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Atas tuntutan itu, pemuda tamatan SMA ini memohon agar dihukum ringan.

Demikian disampaikan Ari melalui pembelaan (pledoi) lisannya menanggapi tuntutan jaksa di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/3/2020).

Ari dituntut karena terkait kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Dalam kasus ini, Ari tega menganiaya korban anak (inisial KWM) dari pacarnya.

Peristiwa yang dilakukan Ari ini pun sempat viral di jagat media sosial.

Nomor Ganda Selalu Menjadi Tumpuan Indonesia di All England Sejak Tahun 2012

Suwirta Minta Melasti di Klungkung Tetap Dilaksanakan, tapi Tetap Perhatikan Kesehatan

PLN Siaga Jaga Pasokan Listrik Masyarakat di Tengah Hadapi Covid-19

"Saya menyesal. Saya mohon diberikan keringanan hukuman," pinta Ari kepada majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Sementara itu, menanggapi pembelaan lisan terdakwa, Jaksa Ni Luh Putu Ari Suparmi tetap pada tuntutannya.

Dalam surat tuntutan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan," tegas jaksa.

Kebijakan Banyuwangi di Bidang Kesehatan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Beredar Kabar Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang Akan Ditutup karena Corona, Fahmi Alweni: Hoax Itu

Kepala Sekolah PAUD Permata Hati Apresiasi Langkah Gubernur Bali Dalam Hal Penanganan Covid-19

Dibeberkan dalam berkas perkara, kejadian ini berawal pada Kamis, 21 Nopember 2019 sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu saksi Khofifah Dwi Rahmadhani alias Ifa (ibu anak korban) datang ke rumah ibunya di seputaran Jalan Gunung Seraya, Denpasar, Bali.

Kedatangan saksi untuk mengambil dan mengajak anaknya berisial KMW (anak korban) jalan-jalan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved