Peminat Transmigrasi Minim, Pemkab Bangli Sebut Lokasi Kurang Mendukung

Usut punya usut, salah satu penyebab minimnya minat masyarakat untuk mengikuti program lantaran lokasi transmigrasi kurang mendukung.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Luh Ketut Wardani 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Program persebaran penduduk dari suatu daerah ke daerah lain (transmigrasi) nyatanya kini sepi peminat.

Usut punya usut, salah satu penyebab minimnya minat masyarakat untuk mengikuti program lantaran lokasi transmigrasi kurang mendukung.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Luh Ketut Wardani, Jumat (27/3/2020) mengatakan kurangnya minat masyarakat untuk ikut program transmigrasi telah diketahui sekitar tiga tahun silam.

Ada sejumlah faktor yang disinyalir menjadi penyebab, mulai dari kurangnya kesiapan mental hingga tidak ketidak sesuaian lokasi transmigrasi, dengan bidang keahlian masyarakat.

Update Virus Corona di Bali - Bupati Buleleng Umumkan Seorang Pasien Positif Corona

Dewan Bangli Berharap Penanggulangan Virus Corona Tak Sebatas Edukasi

UGM Ciptakan Helm dan Pakaian Pelindung untuk Tenaga Medis yang Tangani Pasien Corona

 “Sebelum berangkat mereka mendapatkan pembekalan. Sehingga saat dilokasi transmigrasi masyarakat sudah siap pakai. Namun sempat saya monev, masyarakat kami diberikan lahan di lereng gunung dengan kondisi bebatuan. Masyarakat yang memiliki keahlian bertani, disana justru bekerja di pertambangan. Sehingga tidak sesuai, dan banyak yang meminta pulang,” ungkapnya.

 Untuk tahun ini, lokasi transmigrasi menyasar wilayah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Pihaknya mengaku pemerintah provinsi telah melakukan penjajakan di lokasi tersebut.

Meski demikian, hasil penjajakan tersebut belum diungkapkan pada pihaknya di Kabupaten.

“Seperti apa lokasinya disana, apakah memungkinkan atau tidak dengan masyarakat, fasilitasnya apa saja, baik sekolah hingga fasilitas kesehatan kan kita harus tau semua. Namun hasil itu belum sempat dipaparkan karena adanya situasi wabah Corona saat ini,” ujarnya.

 Lebih lanjut Wardani mengatakan adapun jika hasil penjajakan itu sudah dipaparkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat Bangli.

Masyarakat yang berminat selanjutnya akan ditampung, untuk selanjutnya dilakukan seleksi pada tahun 2021.

 “Untuk sosialisasi ataupun monev memang ada anggarannya. Sedangkan untuk anggaran seleksi tahun ini tidak ada. Namun apabila nantinya pada sosialisasi ada masyarakat yang berminat, maka kita siap merancang perekrutannya. Mengenai besar anggaran perekrutan cenderung berbeda. Karena tergantung dari berapa kuota yang didapatkan, budget masing-masing orang untuk menuju lokasi transmigrasi, serta biaya pendampingan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved