Bantu Warga dan Hidupkan Pertanian di Bali, Kelompok Anak Muda Bagikan Ratusan Kilogram Sayur Gratis
Dari Desaku adalah sebuah komunitas yang diinisiasi oleh para pemuda-pemudi guna menghidupkan perekonomian para petani yang kelebihan pasokan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para perantau, mahasiswa dan masyarakat di Bali yang membutuhkan sayuran saat masa sulit pandemi covid-19 mendapatkan perhatian Dari Desaku.
Di lain sisi, petani juga masih dapat menyambung kehidupan mereka dari hasil produksinya.
Dari Desaku adalah sebuah komunitas yang diinisiasi oleh para pemuda-pemudi guna menghidupkan perekonomian para petani yang kelebihan pasokan pada masa pandemi covid-19 sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat.
Seperti terlihat di kawasan Lapangan Renon, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (23/5/2020) sore ini.
• Kapolda Jatim Tegur Keras Kapolsek Tertidur Saat Rapat Covid-19, M Fadil: Jangan Tidur Kamu, Keluar
• Ubah Skema, Pemerintah Tambah Besaran BLT Menjadi Rp 2,7 Juta Per Kepala Keluarga
• Begini Makna Ketupat yang Menjadi Salah Satu Fenomena Kebudayaan Indonesia
Baru 15 menit membuka lapaknya, sayur mayur yang dibagikan gratis oleh Dari Desaku ludes dimanfaatkan oleh warga.
Warga yang hadir terlihat membawa kantong belanja dan mengambil secukupnya, pembagian sayur gratis ini juga menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan menggunakan masker dan menjaga jarak serta berkoordinasi dengan pihak yang berwenang.
"Jenis sayur yg dibagi adalah caisim alias sayur hijau 170 kg, pucuk labu 70 ikat dan labu jepang 270 biji. Kami beli dari petani di Tabanan dan Plage, Badung dan harganya per kilo Rp 1000-2000 kami beli dengan harga Rp 4.000 hasil open donasi, lalu kami bagi gratis ke masyarakat dan responsnya sangat baik," kata Gusti Ayu Made Ratna Dewi (28) kepada Tribun Bali di lokasi.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia itu menceritakan awal mula terbentuknya Dari Desaku satu bulan yang lalu.
Ia mendapatkan cerita dari petani, bahwa panen mereka melimpah tapi tidak tersalurkan ke masyarakat.
"Akibatnya harga anjlok, kemudian dampak hotel dan restaurant tutup. Begitu banyak melimpahnya hasil pertanian mereka di sisi lain banyak yang membutuhkan sayur kan ironi jadinya," ujar dia
Pihaknya lantas membuka open donasi untuk mengumpulkan dana kemudian membeli sayur dari petani dengan harga wajar, dan untuk dibagikan gratis serta sebagian dijual lagi dengan harga terjangkau.
Menurutnya, Petani merupakan garda terdepan pangan masyarkat, dan harus bisa terus melakukan tanam kembali.
"Sehingga kehidupan petani dapat, masyarakat juga menikmati harga murah. Setidaknya dengan sayur bisa diolah menjadi makanan sehat serta petani jalan,"
Dari Desaku juga menjual aneka buah, sayur, daging hasil produk terbaik langsung dari petani dan nelayan desa.
• 728 Warga Binaan Pemasyarakatan Se-Bali Diusulkan Dapat Remisi Khusus Idul Fitri
• 35 ODP dan OTG di Kelurahan Kesiman Diberi Bantuan Sembako
• Anggota yang Bertugas di Bandara & Pelabuhan Prioritas Rapid Test, Kapolresta Denpasar Jelaskan Ini
"Kalau bagi gratis dilakukan pada momentum tertentu saja tidak setiap hari, paling 1 bulan tiga kali tergantung kondisi pertanian juga. Kita bantu petani dengan membeli dan menjual hasil petani dengan harga wajar. Produk kami bisa dilihat dan dipesan online melalui IG @daridesaku," pungkasnya. (*)