Breaking News:

Ditangkap Membawa 1.738 Butir Pil Koplo ke Bali, Arif Jalani Sidang Maraton untuk Dengarkan Dakwaan

Diketahui tersangka Arif ditangkap petugas kepolisian Polda Bali dengan barang bukti 1.738 butir pil koplo.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
KOMPAS.com
Ilustrasi obat-obatan terlarang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dari balik layar monitor, Arif Setio Laksono (27) hanya bisa menunduk saat menjalani sidang perdananya, Rabu (27/5/2020).

Pemuda kelahiran Jember, Jawa Timur 13 Maret 1993 menjalani sidang maraton terkait perkara dugaan tindak pidana peredaran obat-obatan terlarang.

Diketahui tersangka Arif ditangkap petugas kepolisian Polda Bali dengan barang bukti 1.738 butir pil koplo.

Dalam sidang yang digelar secara virtual, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Arif dengan dakwaan subsidairitas.

Disinyalir Ada Warga Kontak dengan Pasien Covid-19,Dinkes Badung Gelar Tracing di Desa Dauh Yeh Cani

Pemerintah Bakal Terbitkan Utang Rp 990,1 Triliun untuk Tambal Defisit APBN 2020

Lion Air Group Kembali Hentikan Sementara Operasional Penerbangan 27-31 Mei 2020

Terhadap dakwaan itu, Arif yang menjalani sidang dari ruangan Polda Bali, tanpa didampingi penasihat hukum tidak mengajukan keberatan.

Dengan tidak diajukannya keberatan sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan para saksi dan pemeriksaan keterangan terdakwa.

Sementara dalam dakwaan, Jaksa Chandra Andhika Nugraha memasang dakwaan subsidairitas.

Dalam dakwaan primair disebutkan, terdakwa Arif dengan sengaja memproduksi atau menyediakan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan," paparnya dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dengan majelis hakim pimpinan Hakim Esthar Oktavi.

Dakwaan subsudair disebutkan, bahwa terdakwa tidak memiliki keahlian atau kewenangan untuk melakukan praktek kefarmasian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved