Gede Yadnya Tewas Tersengat Listrik saat Mandi di Pemandian Umum,Celepud

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya pada Selasa (2/6/2020) mengatakan, korban datang ke tempat pemandian umum itu bersama rekannya

Istimewa
Polisi saat melakukan penyelidikan di lokasi tewasnya Komang Gede Yadnya, Senin (1/6/2020) malam 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komang  Gede Yadnya (23) ditemukan tewas di pemandian umum Celepud, Banjar Dinas Kawanan,  Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan Buleleng, pada Senin (1/6/2020) malam.

Pria malang itu dinyatakan tewas akibat tersengat arus listrik.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya pada Selasa (2/6/2020) mengatakan, korban datang ke tempat pemandian umum itu bersama rekannya Komang Surya Merta.

Mereka datang untuk mandi, sekaligus mengambil air untuk dikonsumsi di rumah.

Hobi Jadi Bisnis, Dari Pandemi Menuju Adaptasi

Disdikpora Bali Buka Pendaftaran PPDB 15 Juni, Masyarakat Pilih Sekolah Negeri Diprediksi Bertambah

Pulang dari Banyuwangi, Satu Keluarga di Pemecutan Kaja Denpasar Dikarantina

Rencana mereka mulanya berjalan lancar.

Komang Gede Yadnya berhasil membersihkan tubuhnya.

Namun saat hendak memakai celana training, korban tiba-tiba hendak terjatuh sehingga ia langsung memegang pagar yang terbuat dari besi, yang ada ditempat pemandian tersebut.

 Naas, saat itu lah, aliran listrik tiba-tiba menyambar tubuh pria asal  Dusun Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan ini, hingga membuatnya tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat kesetrum, temannya melihat tubuh korban sudah dalam keadaan kaku. Tangan kirinya memegang pagar, sedangkan kaki kanan tercelup di aliran air pemandian," ucap Sumarjaya.

Mengetahui korban tersengat listrik, Komang Surya bersama warga bergegas mematikan stop kontak listrik yang ada di pemandian umum tersebut, lalu bergegas melarikan korban ke Puskesmas yang ada di Desa Bontihing.

 Setibanya di Puskesmas, pihak medis menyatakan jika korban yang kesehariannya bekerja sebagai buruh itu telah meninggal dunia.

Bahkan, untuk lebih memastikan, warga juga sempat membawa korban ke RSUD Buleleng.

"Sampai di RSUD korban juga sudah dinyatakan meninggal dunia. Dengan adanya kejadian ini, pihak keluarga sudah ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi.

PKM Hari Pertama di Serangan Denpasar, Linmas Serangan Tertibkan Warga Mancing di Pinggiran Kanal

Setiap Hari Ratusan Orang Hendak Lakukan Perjalanan Udara Datangi RS PTN Unud untuk PCR & Rapid Test

Ebola Kini Menyebar di Kongo, Ujian Sulit di Tengah Memerangi Covid-19

Saat ini jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara tempat pemandian umum itu ditutup sementara waktu, agar kejadian serupa tidak terulang," tutup Iptu Sumarjaya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved