Corona di Bali

Transmisi Lokal Masih Tinggi, Klungkung Perpanjang Masa Tanggap Darurat Sebulan ke Depan

Masih tingginya angka transmisi lokal Covid-19, membuat Pemkab Klungkung kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Klungkung

istimewa
Rapat perpanjangan masa tanggap darurat COVID-19 di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (29/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Masih tingginya angka transmisi lokal Covid-19, membuat Pemkab Klungkung kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Klungkung hingga satu bulan ke depan.

Perpanjangan masa tanggap darurat tersebut sesuai dengan hasil rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung yang digelar di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (29/6/2020).

Masa Tanggap Darurat Bencana ini diperpanjang mulai 1 Juli sampai dengan 31 Juli 2020.

Penetapan status ini berdasarkan sejumlah fakta, yakni per tanggal 26 juni 2020 sudah ada 143 kasus positif Covid-19 di Klungkung.

Dari jumlah itu, 87 % adalah kasus transmisi lokal.

Sebelum Dibuang, KFS Sempat Membekap Bayinya Hingga Tewas

Dewan Klungkung Minta Pemkab Gelar Rapid Test di Setiap Pasar Tradisional

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang, Sembuh Dua Orang

Sementara untuk pasien yang sembuh berjumlah 56 orang, dan yang masih dalam perawatan sebanyak 87 orang.

Dalam rapat itu, pihaknya juga menekankan perlunya perhatian khusus pada satgas gotong royong di setiap desa adat agar tidak kendor dalam melakukan upaya pencegahan Covid-19 di wilayahnya.

" Kasian satgas gotong royong terus bergadang, setidaknya mereka dapat perhatian seperti misalnya kebutuhan vitamin mereka, atau bekal mereka saat bertugas. Saya sudah minta Sekda untuk mengkaji hal ini, mungkin bisa diambil dari dana yang kita alokasikan untuk penanganan Covid-19 ini," jelas Suwirta.

Sementara itu, Senin (29/6/2020) juga dilakukan swab test kepada 212 warga di Klungkung.

Swab ini dilakukan berdasarkan hasil penelusuran warga yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 klaster Pasar Galiran.

RS Overload, Risma Sebut Tak Bisa Berkomunikasi dengan RSUD Dr Soetomo Milik Pemprov Jatim

Disperindag Monitoring Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat, Minta Pedagang Gunakan Face Shield

Giri Prasta Ajak Kadernya Laporkan Pembakaran Bendera PDIP di Jakarta ke Polres Badung

"Swab ini kami di-support penuh oleh Pemprov Bali," jelasnya.

Melihat tren pasar sebagai transmisi lokal tertinggi, Suwirta meminta semua pintu masuk ke pasar harus dijaga lebih ketat.

Petugas yang berjaga di Pasar Galiran, harus memastikan setiap menunjukkan hasil rapidnya.

"Jika tidak bawa surat hasil rapid test yang beberapa hari lalu kita lakukan secara masal, suruh pulang. Sementara pembeli juga jangan bosan-bosan meminta untik menggunakan masker dengan baik dan dicek suhu tubuhnya. Sehingga dengan protap yang lebih ketat, penyebaran virus ini bisa kami kendalikan," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved