Breaking News:

6 Perusahaan Cruise Tujuan Nusa Penida Masih Tunggak Retribusi Sampai Rp 2,75 Miliar

Enam perusahaan cruise yang melayani wisatawan menuju Nusa Penida, hingga saat ini tidak kunjung melunasi retribusi sebesar Rp 2,75 miliar.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadis Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Enam perusahaan cruise yang melayani wisatawan menuju Nusa Penida, hingga saat ini tidak kunjung melunasi retribusi sebesar Rp 2,75 miliar.

Padahal tunggakan itu sudah terjadi sejak tahun 2018 silam. Karena tidak kunjung tuntas, hal ini pun menjadi menjadi temuan BPK tahun 2019.

Dalam rapat paripurna antara DPRD Klungkung dan Pemkab Klungkung terkait laporan hasil pemeriksaan BPK tahun 2019, disebutkan adanya piutang Retribusi Tempat Rekreasi dan olahraga senilai Rp 2,75 miliar lebih.

Berdasarkan keterangan Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, piutang tersebut merupakan tunggakan dari 6 cruise yang masih menunggak retribusi dan penagihannya belum kunjung tuntas.

Pembahasan Ranperda RUED di DPRD Bali Diharapkan Libatkan Berbagai Pihak  

Pertama Kali Hadir di Bali, Fruitywax Hadirkan Berbagai Treatment Berbahan Dasar Buah-Buahan

Gencarkan Sosialisasi Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Denpasar Siapkan Sosialisasi Virtual

"Itu tunggakan yang sudah lama, yang tahun 2018 lalu. Memang ada beberapa perusahaan cruise yang masih menunda melakukan pembayaran retribusi sampai saat ini. Nilainya sekitar Rp 2,75 miliar," ujar Kadis Pariwisata, I Nengah Sukasta, Senin (6/7/2020).

Ia menjelaskan, sampai saat ini masih ada sekitar 6 perusahaan cruise yang masih menunggak retribusi tersebut. Perusahan itu berpusat di daerah Benoa dan Nusa Dua, dan menunggak sampai 5 bulan lamanya di tahun 2018 lalu.

"Padahal uang retribusi itu kan bukan uang mereka, tapi uang wisatawan yang sudah include ketika menggunakan jasa cruise saat ke Nusa Penida. Tapi mereka (perusahaan cruise) tetap tidak bisa membayarkan retribusi itu tepat waktu," ungkapnya.

Dinas Pariwisata pun sudah berkali-kali melakukan pendekatan dan upaya untuk menagih tunggakan itu.

Tahap Satu Cairkan Rp 8,3 M untuk BLT Dana Desa, Kini Badung Siapkan Penerima Tahap Dua

Denpasar Tambah 17 Pasien Positif Covid-19, 3 Orang Sembuh

33 Desa di Karangasem Sudah Terjangkit Covid-19, 78 Persen Transmisi Lokal

Bahkan perusahaan cruise itu sempat ada yang meminta penangguhan dan ada pula minta menyicil tunggakan itu.

"Kami beberapa kali bersurat, juga mengumpulkan perusahaan yang menunggak itu. Upaya penagihan sudah kami lakukan, tapi mereka belum juga bisa menuntaskan kewajibannya. Saat pertemuan terdahulu, mereka sempat minta penangguhan dan mencicil tunggakan itu," jelas Sukasta.

Terkait dengan tunggakan yang menjadi temuan BPK, dan harus segera ditindaklanjuti, pihaknya akan kembali mengingatkan para perusahaan cruise itu untuk menuntaskan kwajibannya.

"Mereka (perusahaan cruise) sebenarnya tau hal ini jadi temuan BPK, tapi entah mengapa mereka belum mau juga menuntaskan tunggakan mereka. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, bagaimana tindak lanjut dari masalah penagihan piutang ini," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved