Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Serentak 2020

PDIP dan Golkar Bali Bakal Habis-habisan Demi Pilkada Karangasem, Begini Strateginya

Kedua kubu paslon tampaknya benar-benar ingin memenangkan Pilkada di ujung timur Pulau Bali itu.

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Kambali
Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Serentak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Konstelasi menuju coblosan Pilkada Karangasem, Bali tampaknya benar-benar semakin panas.

Kedua kubu paslon tampaknya benar-benar ingin memenangkan Pilkada di ujung timur Pulau Bali itu.

Kedua kubu juga membuat strategi pemenangan para pasangan calonnya.

Seperti yang dilakukan PDI Perjuangan ( PDIP) dengan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk merebut kemenangan di Karangasem tersebut.

Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu bahkan memerintahkan para anggota legislatif dari berbagai tingkatan dan eksekutif untuk turun mengawal kemenangan di Karangasem.

Baca juga: Ini Penampakan Pasukan Penindakan Huru Hara Kodim Jembrana, Terlatih dan Siap Amankan Pilkada

Para kader atau petugas partai yang diturunkan tersebut berasal dari tiga daerah yang tidak melaksanakan Pilkada, seperti Kabupaten Gianyar, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Karangasem.

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Karangasem 2020, IGN Alit Kesuma Kelakan membenarkan hal tersebut.

Kelakan menyebut pihaknya melakukan strategi tersebut karena menyadari bahwa partainya menemui lawan berat yakni Bupati petahana, IGA Mas Sumantri—Made Sukerana (Massker) yang diusung Koalisi Karangasem Hebat Jilid II yakni Golkar-NasDem-Gerindra- Demokrat-Perindo-PKS.

Sedangkan, PDIP sendiri yang berkoalisi dengan Hanura mengusung duet Gede Dana-Wayan Artha Dipa (Nadi).

Baca juga: Bupati Artha Imbau Pilkada Damai Tanpa Hoax dan Perpecahan

Baca juga: Persiapan Pilkada Serentak 2020, Pasukan Penindakan Huru Hara Kodim Jembrana Dilatih

"Pertama, yang kita hadapi ini incumbent. Kedua, lawan yang kita hadapi diusung banyak parpol,” ujarnya, Kamis (29/10/2020).

Selain itu, Karangasem menjadi perhatian serius karena dari enam Pilkada yang digelar di Bali, wilayah tersebut menjadi satu-satunya wilayah di mana PDIP tidak berkuasa dan memiliki peluang menang cukup berat.

“Ketiga, pertimbangannya untuk Pilkada 2020 di 5 daerah lainnya (Pilkada Badung 2020, Pilkada Denpasar 2020, Pilkada Tabanan 2020, Pilkada Jembrana 2020, Pilkada Bangli 2020), kita sudah lumayan bagus posisinya berdasarkan hasil survei, ya istilahnya gotong-royong pasukan multinasional” jelas dia.

Baca juga: Apel Gelar Pasukan TNI, Bupati Artha Harapkan Pilkada Damai Lancar dan Kondusif

Baca juga: Oka Winaya Resmi Dilantik Jadi DPRD Tabanan, Gantikan Edi Wirawan yang Maju di Pilkada Tabanan 2020

Ia sendiri menyebut bahwa para nggota Fraksi PDIP DPR RI Dapil Bali dapat tugas kawal tiga kecamatan di Karangasem.

Sedangkan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Buleleng, Dapil Gianyar, dan Dapil Klungkung mendapat tugas masing-masing kawal 2 desa di Karangasem untuk menangkan Paket Nadi

"Ini sudah tradisi di PDI Perjuangan Bali. Dari anggota Fraksi PDIP DPR RI Dapil Bali hingga Fraksi PDIP DPRD Bali, wajib memondok di Karangasem selama Pilkada,” terang Anggota DPR RI Dapil Bali ini.

Baca juga: KPK Monitor Khusus Pelaksanaan Pilkada di 26 Daerah yang Pernah Terjadi Kasus Korupsi, Termasuk Bali

Di sisi lain, Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menanggapi santai manuver PDIP tersebut.

Ia mengaku bahwa langkah tersebut tidak membuat gentar pihaknya.

“Gempuran multi nasional di Karangasem, kami melihat dan mencermati tidak banyak berpengaruh terhadap kemenangan massker di Karangasem,” ucapnya dalam keterangan persnya yang diterima Tribun Bali.

Justru menurutnya, strategi yang dilakukan oleh PDIP tersebut tidak membuat masyarakat Karangasem terpengaruh.

Pasalnya, menurut Wakil Ketua DPRD Bali ini, masyarakat Karangasem sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

Baca juga: Dari Facebook Hingga Tiktok, Sebanyak 6.375 Akun Media Sosial Didaftarkan Pasangan Calon Pilkada

Baca juga: Cegah Korupsi di Masa Pandemi & Pilkada 2020,KPK Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum di Bali

“Hal ini disebabkan, pondasi benteng pertahanan Massker sangat kokoh dan berlapis, yang telah dibangun oleh keberhasilan pembangunan Karangasem oleh figur Mas Sumantri, masyarakat Karangasem sudah sangat paham dan merasakan dampak positif dari program-program pemnangunan Karangasem di berbagai bidang,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya optimistis mampu memenangi Pilkada nanti.

Apalagi, pihaknya tidak mau kalah dengan dukungan 30 anggota dewan lintas partai yang mendukung Massker serta dukungan dari dua tokoh Karangasem yakni I Gusti Made Tusan (GMT) dan Mantan Bupati Karangasem dua periode, Wayan Geredeg.

Baca juga: Pilkada Serentak di Bali, Tempat Hiburan Direncanakan Tutup Saat Pencoblosan Agar Datang ke TPS

Baca juga: 881 Penyelenggara Pilkada di Tabanan Ikut Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian dari BPJamsostek

“Apalagi pertahanan tersebut di lapis oleh kerja keras dan kerja nyata dari 30 anghota DPRD dari lintas partai baik kabupatan maupun provinsi, termasuk dukungan solid dari relawan yang di komando GMT dan didukung juga oleh figur Bapak Wayan Geredeg," kata dia.

"Semua itu adalah kompososi pertahanan yang sulit ditembus dan melindungi serta mengawal kemenangan Massker dalam pilkada Kabupaten Karangasem 2020,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved