Breaking News:

Berita Bali

Hari ini, Mantan Bendahara Setda Provinsi Bali Diadili Terkait Kasus Tindak Pidana Korupsi

Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Provinsi Bali, I Wayan Widiantara SP (58) jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Tribun Bali/Putu Candra
Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Propinsi Bali, I Wayan Widiantara memakai baju tahanan usai menjalani pelimpahan Tahap II, Selasa (5/1/2021). Hari ini 26 Januari 2021 ia diadili 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Provinsi Bali, I Wayan Widiantara SP (58) jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 26 Januari 2021.

Widiantara menjalani sidang secara virtual atau online.

Ia didudukkan sebagai pesakitan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi.

Baca juga: Staf Setda Pemprov juga Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Mantan Bendahara Setda Provinsi Bali

Baca juga: Perbuatan Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Bali Hingga Ditahan, Sementara di Rutan Polda Bali

Baca juga: Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Provinsi Bali Ditahan, Pemprov Tak Beri Bantuan Hukum

Berupa penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dalam pengelolaan atau penyimpangan pada pelaksanaan dan penatausahaan belanja anggaran daerah di Setda Provinsi Bali tahun 2016. 

"Sidangnya hari ini dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut," jelas Kasitut Kejati Bali, Agus Sastrawan.

Baca juga: Resmi Ditahan Terkait Dugaan Kasus Korupsi, Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Provinsi Bali Bungkam

Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Bendahara Pengeluaran Setda Provinsi Bali Ditahan, Diduga Korupsi Rp 3 Miliar

Baca juga: Diduga Korupsi Uang Parkir, Mantan Kepala Pasar Kumbasari Denpasar Segera Diadili

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, terdakwa kelahiran Yehembang 28 Nopember 1961 tersebut ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai menjalani pelimpahan tahap II beberapa waktu lalu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. 

Dalam perkara ini, terdakwa Widiantara diduga melakukan pencairan Upah Persediaan (UP) dan GU tidak berdasarkan kebutuhan biro.

Juga mencairkan seluruh cek tanpa persetujuan Pengguna Anggaran serta belum melakukan penyetoran ke kas daerah. 

Baca juga: Widiantara Dititip di Rutan Polda, Jaksa Tahan Mantan Pejabat Pemprov Bali, Diduga Korupsi

Baca juga: Mantan Bendahara Pengeluaran Ditahan Kejati Atas Dugaan Kasus Korupsi, Pejabat Pemprov Bali Kaget

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Ketut Suarbawa dan Adnan, Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jembatan

Dirinci, terdakwa mengunakan UP tahun 2016 untuk kepentingan pribadi senilai Rp 3.016.910.629.

Selain itu terdakwa menggunakan dana UP tahun 2016 untuk membayar ketekoran kas tahun 2015 Rp 455.660.550 sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya.

Juga terdakwa menggunakan dana UP untuk BOP KDH Rp 1.545.440 dengan cara membeli lebih dalam pembayaran panjar biaya penunjang KDH. 

Baca juga: Kronologi Perkara Dugaan Korupsi Wayan Widiantara, Ditetapkan Tersangka dan Tutup Mulut ke Pewarta

Baca juga: Duduk Perkara Eks Pejabat Pemprov Bali Ditahan Kejaksaan, Wayan Widiantara Diduga Korupsi Rp 3 M

"Atas perbuatannya mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 3.474.116.619," ungkap Jaksa Agus Sastrawan kala pelimpahan. 

Widiantara pun dinilai melanggar Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved