Breaking News:

Berita Bali

Polda Bali Sebut Pelimpahan Oknum Sulinggih Tersangka Pencabulan Kemungkinan Akhir Maret 2021

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H mengatakan tahap ke dua, pelimpahan tersangka I Wayan M (38)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Dir Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H didampingi Kasubdit 1 Dit Reskrimum Polda Bali, AKBP Imam Ismail, SH dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Yuli Ratnawati, S.E. dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Dit Reskrimum Polda Bali, Denpasar, Bali, Jumat 12 Maret 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H mengatakan tahap ke dua, pelimpahan tersangka I Wayan M (38) oknum Sulinggih di Bali yang diduga melakukan tindak pencabulan. 

"Kemungkinan akhir bulan ini akan dilaksanakan tahap dua. Kita sedang koordinasi waktu dengan Kejaksaan," ujar Dir Reskrimum kepada Tribun Bali, Sabtu 13 Maret 2021

Ia menyampaikan bahwa berkas perkara dugaan tindak pidana pencabulan tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21).

Baca juga: Berkas Oknum Sulinggih Cabul P21,Polda Bali Koordinasi dengan Kejaksaan Terkait Penyerahan Tersangka

Baca juga: Ida Mas Dalem Segara Kejar Penyebar, PHDI Bali Konfirmasi Sulinggih Soal Chat Beli Dulang

Baca juga: Sulinggih di Gianyar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Begini Reaksi PHDI Bali

"Benar berkas sudah p21, sesuai mekanisme kita masih koordinasi waktu dengan kejaksaan untuk tahap keduanya, untuk penyerahan tersangka dan barang bukti," terang Kombes Pol Djuhandhani

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan, berkas penyidikan Polda Bali atas perkara tindak pidana pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum sulinggih. 

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Selasa, 23 Pebruari 2021.

Baca juga: Polda Bali Penuhi Berkas Perkara Dugaan Oknum Sulinggih Cabul, Korban Alami Depresi

Baca juga: Bendesa Tegalalang Tak Tahu Kapan Oknum Sulinggih Cabul Didwijati

"Jaksa yang mengikuti perkembangan penyidikan atas nama tersangka IWM telah menentukan sikap kemarin Senin, 22 Februari 2021 dengan hasil penelitian berkas perkara telah memenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan oleh Penyidik Polda Bali," jelasnya. 

Mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung ini menjelaskan, tersangka I Wayan M disangkakan melanggar Pasal 289, Pasal 290 ayat (1), Pasal 281 KUHP atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap korban atas nama KYD.

Selanjutnya Jaksa Kejati Bali akan berkoordinasi dengan penyidik Polda Bali untuk menentukan waktu penyerahan tersangka beserta barang bukti dari Penyidik Polda Bali pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Bali.

Baca juga: Oknum Sulinggih Tersangka Pencabulan Itu Dulunya Seorang Balian, PHDI: Kita Tidak Boleh Gegabah

Baca juga: Tidak Mudah, Ini Syarat dan Tahapan Menjadi Sulinggih di Bali

"Tersangka dalam penyidikan tidak dilakukan penahanan oleh penyidik. Nantinya jaksa akan menentukan sikap, apakah akan melakukan penahanan terhadap tersangka dengan mengacu pada Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)" terang Luga. 

Diberitakan sebelumnya, oknum sulinggih I Wayan M itu dilaporkan ke Polda Bali pada 9 Juli 2020 atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap korban YD.

Korban diduga mendapat perlakukan cabul dari tersangka saat melukat atau melakukan upacara spiritual pembersihan diri di Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar, Bali, pada 4 Juli 2020 lalu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved