Berita Tabanan

Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan di Tabanan Capai Rp 3,6 M, Tercatat 380 Perusahaan Belum Bayar

Sebanyak 380 perusahaan di Kabupaten Tabanan ternyata masih menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawannya.

Dok.BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan di Tabanan Capai Rp 3.6 Miliar, Tercatat 380 Perusahaan Belum Bayar 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sebanyak 380 perusahaan di Kabupaten Tabanan ternyata masih menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawannya.

Bahkan, dari jumlah perusahaan tersebut total tunggakan yang tercatat hingga Bulan Maret 2021 di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tabanan mencapai Rp 3,6 Miliar lebih.

Perusahaan yang dominan menunggak iuran karyawannya adalah yang bergerak di jasa konstruksi.

Atas kondisi tersebut, pihak BPJS juga sudah melayangkan surat peringatan namun tak kunjung digubris.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa Gelar Webinar K3 Hingga Penyerahan Santunan 

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan program relaksasi pada tahun 2020 lalu yakni keringan pembayaran iuran sampai 99 persen.

Keringanan ini berlaku selama enam bulan atau berakhir pada Desember 2020 lalu.

Hanya saja masih belum ada pembayaran.

Menurut data yang diperoleh, total seluruh perusahaan yang ada di Tabanan mencapai 1.077 badan usaha dan yang masih memiliki tunggakan sebanyak 380 perusahaan.

 Dari total tersebut nilainya mencapai Rp 3.6 Miliar lebih dengan rincian tunggakan pokok iuran maupun denda.

"Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum pandemi tapi lebih diperparah lagi karena pandemi.

Sehingga lebih banyak mereka (perusahaan) menunggak beralasan karena pandemi.

Padahal, jika dilihat kegiatannya masih ada dan usaha mereka masih jalan," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tabanan, Tony Hidayat saat dikonfirmasi, Kamis 18 Maret 2021.

Tony mengungkapkan, nilai tunggakan terbesar rata-rata pada perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi.

 Padahal, saat di awal membuka perusahaan mereka justru bersemangat mendaftarkan perusahaannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved