Breaking News:

Berita Tabanan

Pengiritan Biaya Pakan Kera Dilakukan Saat Pandemi di Alas Kedaton Tabanan, Beri Pakan Sekali Sehari

Pihak manajemen Obyek Wisata Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali terpaksa mengurangi pemberian pakan lantaran dipaksa

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat pemberian pakan kepada kera yang berstana di DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu 20 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Pihak manajemen Obyek Wisata Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali terpaksa mengurangi pemberian pakan lantaran dipaksa oleh pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama setahun.

Kini, ribuan kera penghuni Alas Kedaton tersebut diberi pakan satu kali sehari lantaran kesulitan biaya pakan.

Sebab, sebelum pandemi ini biaya pakan bisa terpenuhi dari pendapatan kunjungan wisatawan.

Selain mengurangi jumlah pakan kera ini, pihak pengelola juga tetap mengandalkan dari pemberian atau sumbangan pakan dari berbagai pihak seperti yayasan atau organisasi yang ada di Tabanan bahkan Bali.

Baca juga: Soal Pinjaman Pemkab Tabanan ke PT SMI untuk Perbaiki Jalan,Bupati Sanjaya Optimis Dapat Lampu Hijau

Dan tepat pada Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh, sebuah yayasan nirbala bernama Yayasan Kesatria Keris Bali wilayah Tabanan melakukan aksi sosial dengan memberikan sumbangan makanan buah kepada kera-kera di DTW Alas Kedaton.

"Kalau dulu pemberiannpakan dilakukan dua kali sehari, tapi mulai Januari lalu kita terpaksa kurangi pakannya menjadi sekali sehari," kata seorang pekerja yang setiap harinya khusus menangani pakan kera, Gede Nyoman Punia, Sabtu 20 Maret 2021.

Dia melanjutkan, setiap harinya ia selalu bertugas untuk memberi pakan ribuan kera yang menghuni DTW Alas Kedaton ini.

Pemberian pakan merupakan hal yang terpenting pada para komunitas kera yang ada, sebab jika sampai tak memberikan pakan atau dirawat, ditakutkan karakternya tidak jinak lagi melainkan galak.

Ketika hal tersebut terjadi, kemungkinan mereka akan datang ke rumah warga dan kebun warga untuk mencari makanan. 

Selain itu, alasan para kera di objek wisata setempat harus dirawat juga karena merupakan duwe di pura setempat.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved